TRENDING NOW



CILEGON, BX – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon menyampaikan apresiasi tinggi kepada kalangan industri, khususnya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT Chandra Asri Pacific Tbk, atas dukungan penuh terhadap keberhasilan penyelenggaraan workshop dan pelatihan intensif "Mencetak Jurnalis Siber Masa Depan" yang digelar pada Sabtu kemarin.

​Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, menyatakan bahwa keterlibatan serta dukungan dari sektor industri merupakan wujud sinergi nyata dalam mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme insan pers di Cilegon, khususnya di era digital.


​"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen Pelindo, Chandra Asri, serta seluruh pihak mitra yang telah memberikan dukungan nyata. Sinergi ini membuktikan komitmen bersama dalam membangun ekosistem media siber yang profesional, edukatif, dan kredibel," ujar Wawan.

​Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kolaborasi antara organisasi media dan sektor industri menjadi krusial untuk mencetak SDM jurnalis yang adaptif, beretika, serta mampu berinovasi.

​Pelatihan intensif yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut diikuti oleh belasan jurnalis media siber di Kota Cilegon. Para peserta dibekali materi teknis meliputi penguasaan tools digital, strategi produksi konten jurnalistik berbasis AI, hingga penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) di media siber.

​Pihak penyelenggara berharap kemitraan strategis antara SMSI Kota Cilegon dengan Pelindo dan Chandra Asri ini dapat terus berlanjut pada program-program pengembangan kapasitas insan pers dan pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.

Dan bagi industri lain, agar lebih peka dan dapat mengalokasikan anggaran TJLS Pendidikannya untuk organisasi - organisasi swasta yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah.(Red)


CILEGON, BX - Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin berikan motivasi ke puluhan pelajar Kota Cilegon dalam rangka workshop dan pelatihan intensif dengan tema menjaga fakta mengawal informasi untuk Indonesia.

Sokhidin mengatakan, jurnalistik bukan sekadar tentang menulis, tetapi juga tentang bagaimana mengamati, menggali informasi, dan menyampaikan fakta di tengah gempuran arus informasi.

Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat.

"Kita sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang telah dilakukan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon, kegiatan ini hadir dalam upaya memerangi berita hoax atau berita bohong dan juga mengedukasi pelajar untuk bijak dalam bermedia sosial," kata Sokhidin, Sabtu (26/9/2026).

Sokhidin menjelaskan, suatu negara bisa dilihat peradabannya maju atau tidak, salah satunya adalah dari informasi apa yang dibahas di negara tersebut. Apakah hal-hal yang remeh atau hal-hal yang kritis dan berkualitas.

"Jangan sampai generasi muda hanya menjadi konsumen informasi. Mereka harus bisa berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang benar," katanya

Sokhidin mendorong kegiatan tersebut agar dapat mecetak generasi yang paham di bidang komunikasi publik, karena salah satu langkah penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang terbuka serta memperkuat kepercayaan masyarakat. 

"Berbagai program dan kerja keras yang dilakukan sebuah lembaga tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak diiringi dengan strategi penyebarluasan informasi yang tepat kepada masyarakat," katanya

"Kerja yang baik harus diketahui publik. Informasi yang disampaikan secara benar dan terukur akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kinerja lembaga," ujarnya.(Red)

 


CILEGON, BX - Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendorong lahirnya generasi jurnalis muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi akurasi, verifikasi fakta, independensi dan etika jurnalistik.

Dorongan tersebut disampaikan Plt Kepala Diskominfo Cilegon Noviyogi Hermawan saat menghadiri Workshop dan Pelatihan Intensif Jurnalistik yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon di Journalist Boarding School (JBS), Kota Cilegon, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua SMSI Kota Cilegon Wawan Kurniadi, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon Ahmad Fauzi Chan, Dewan Penasihat SMSI Kota Cilegon yang juga Wakil Ketua DPRD Cilegon Sokhidin, serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Khairiyah sekaligus Kasat Pam Obvit Polres Cilegon Iptu Yogie Fahrisal.

Noviyogi mengatakan, perkembangan teknologi saat ini telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah hingga menyebarkan informasi. Dengan telepon genggam dan media sosial, sebuah informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik.

Namun, menurutnya, kecepatan dalam menyampaikan informasi tidak boleh mengalahkan ketepatan informasi.

“Di sinilah profesi jurnalis memiliki peran sangat penting. Seorang jurnalis tidak hanya dituntut menulis berita dengan cepat, tetapi jurnalis harus memiliki kemampuan memeriksa fakta, melakukan verifikasi, memahami konteks, menjaga perimbangan dan mempertanggungjawabkan informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” kata Noviyogi.

Ia menilai, tema mencetak jurnalis masa depan bukan hanya berbicara mengenai kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, jurnalis juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan etika jurnalistik.

Menurut Noviyogi, seorang jurnalis juga harus memiliki keberanian untuk menjaga independensi dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

“Pemerintah dan media memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya memiliki kepentingan yang sama. Yaitu, bagaimana masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pemkot Cilegon berharap kegiatan tersebut mampu mencetak jurnalis siber yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Jurnalis yang mampu menjaga fakta, mengawal informasi dan jurnalis yang dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya.

SMSI: Era Digital Butuh Jurnalis yang Jadi Jangkar Kepercayaan.

Sementara itu, Ketua SMSI Kota Cilegon Wawan Kurniadi mengatakan, di tengah era disrupsi informasi dan gelombang digitalisasi yang begitu cepat, perkembangan teknologi memberikan dampak ganda bagi masyarakat.

Di satu sisi, digitalisasi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga dapat memicu penyebaran hoaks hingga pendangkalan karya jurnalistik.

“Dalam situasi ini, masyarakat membutuhkan jangkar kepercayaan. Oleh karena itu, pelatihan ini dilaksanakan. Tujuannya bagaimana kegiatan ini dapat menyiapkan jurnalis siber yang adaptif dengan pengetahuan yang matang, dengan teknologi tetapi memegang teguh prinsip dan etika jurnalistik,” kata Wawan.

Ia menegaskan, jurnalis masa depan tidak hanya dituntut menyajikan informasi secara cepat.

“Jadi jurnalis masa depan itu bukan sekadar menyajikan informasi dengan cepat, tetapi mereka harus tetap menjaga, memverifikasi dan memberikan edukasi, menyajikan fakta, tentunya terpercaya,” ujarnya.

Wawan mengatakan, sesuai dengan semangat jurnalistik, SMSI Cilegon menghadirkan workshop dan pelatihan jurnalistik bagi generasi muda sebagai bagian dari kontribusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi masa depan.

“Tentunya terselenggara acara ini tidak terlepas dari tujuan memberikan kontribusi anak-anak bangsa, di mana pemerintah juga memiliki niatan untuk anak-anak menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.

PWI Tekankan Peran Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Kota Cilegon Ahmad Fauzi Chan juga mengajak generasi muda untuk turut menjadi penyebar informasi positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, perkembangan dunia digital membuat generasi muda memiliki ruang yang luas untuk terlibat dalam penyebaran informasi. Karena itu, kemampuan jurnalistik perlu dibarengi dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

DPRD Buka Ruang Diskusi bagi Pelajar

Sementara itu, Dewan Penasihat SMSI Kota Cilegon yang juga Wakil Ketua DPRD Cilegon Sokhidin memberikan motivasi kepada para peserta workshop.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta mengenai dunia jurnalistik.

Selaku unsur pimpinan DPRD Cilegon, Sokhidin mengatakan pihaknya membuka ruang bagi para pelajar untuk datang ke rumah rakyat dan berdiskusi mengenai peran serta cara kerja jurnalis.

“Ruang itu dibuka agar generasi muda dapat memahami benar-benar ilmu kejurnalistikan,” ujarnya.

Workshop dan pelatihan tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus memahami pentingnya menyampaikan informasi secara benar, berimbang dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. (Red)

 


CILEGON, BX -  Workshop dan Pelatihan Intensif Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon di Journalist Boarding School (JBS), Kota Cilegon mendapat apresiasi dari para pelajar, Sabtu (26/9/2026). Workshop dan pelatihan jurnalistik dengan tema “mencetak jurnalis siber di masa depan” ini menghadirkan tiga pemateri.

Diketahui pada kegiatan tersebut, materi jurnalistik diisi oleh tiga pemateri. Pemateri pertama diisi oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Khairiyah yang juga menjabat sebagai Kasat Pam Obvit Polres Cilegon, Iptu Yogie Fahrisal. Yogie memberikan materi terkait tiga pilar yang harus dipegang teguh calon jurnalis siber yakni moral, hukum dan integritas.

Pemateri jurnalistik kedua dilanjutkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon, Ahmad Fauzi Chan. Pria disapa Kang Ican ini memberikan materi terkait kode etik jurnalistik. Sementara pemateri ketiga diisi oleh Fotografer Senior, Ronal Rikardo Siagian. Sekretaris SMSI Kota Cilegon ini memberikam materi terkait fotografi jurnalistik.

Salah satu peserta dari SMPN 5 Kota Cilegon, Audrey mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan begitu meriah. Ia mengaku banyak mendapat ilmu tentang jurnalistik. Ia pun berharap, kegiatan tersebut dapat rutin diselenggarakan terutama di sekolah-sekolah.

“Acara ini seru. Saya mendapatkan ilmu tentang dunia jurnalistik. Pesannya semoga acara ini banyak di sekolah-sekolah dan orang-orang Indonesia bisa tahu cara kerja jurnalistik,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan salah satu peserta dari Forum Generasi Berencana (Genre), Muhammad Sabilal. Remaja ini menyatakan, kegiatan pelatihan jurnalistik begitu bermanfaat. Terutama baginya yang begitu tertarik dengan ilmu komunikasi.

“Kegiatannya sangat seru dan bermanfaat. Tadi ada tiga pemateri yang masig masing memberikan materinya. Dan Ini sangat bermanfaat bagi saya yang tertarik dengan komunikasi terutama dalam hal memberikan informasi, baik sebagai jurnalis atau wartawan,” paparnya.

Sabilal berharap, dengan adanya workshop dan pelatihan jurnalistik dapat mencetak cikal bakal jurnalis yang profesional di masa depan.

“Dengan adanya workshop ini dapat mencetak atau menghadirkan jurnalis-jurnalis yang profesional dan sesuai aturannya,” tuturnya.

Keseruan pelatihan jurnalistik juga diungkapkan Alika Aprilia. Pelajar asal SMPN 5 Kota Cilegon ini mengaku, mendapat ilmu tentang jurnalistik dan juga pekerjaan jurnalis. 

“Pesan saya untuk kegiatan ini cukup menarik . Karena remaja-remaja bisa tahu apa itu jurnalistik dan pekerjaan-pekerjaannya. Harapnnya saya ini bisa mencetak generasi Indonesia Emas untuk tahun 2045,” pungkasnya. (Red)