TRENDING NOW


Foto: Achmad Jubaedi selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Cilegon,



CILEGON, BX - Achmad Jubaedi selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Cilegon, resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana dengan predikat cumlaude.

Ditengah kesibukannya mengemban amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berhasil raih Predikat cumlaude, predikat tersebut menjadi penutup dari perjalanan akademik panjang yang dijalani.

Sementara itu, Achmad Jubaedi usai sidang promosi doktor menuturkan rasa syukur atas pencapaian akademik yang diraihnya. Jum'at (24/7/2026).

"Ungkapan ini rasa syukur yang mendalam tentu saya panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya proses panjang perjalanan akademik ini dapat dituntaskan dengan hasil yang sangat memuaskan, yakni Predikat Cumlaude atau terpuji," ucapnya.

Alhamdulillah keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintahan.

"Predikat Cumlaude atau terpuji ini bukan sekadar pencapaian atau gelar pribadi, melainkan sebuah amanah ilmiah dan keagamaan yang besar. Ilmu yang diperoleh harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik," sambungnya.

Keberhasilan tersebut tidak diraih seorang diri. Melainkan dari dukungan keluarga, tim promotor, para penguji, serta rekan sejawat menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.

"Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bimbingan tim promotor dan penguji yang memberikan arahan serta kritik konstruktif, juga doa dan dukungan tanpa henti dari keluarga tercinta serta rekan-rekan sejawat," tegasnya.

Diketahui, Achmad Jubaedi juga merupakan birokrat senior yang memiliki pengalaman panjang dilingkaran Pemerintahan. Pria kelahiran Brebes, 22 Maret 1971 itu merupakan lulusan STPDN, kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana Ilmu Pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) serta meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Satyagama Jakarta.

Lebih lanjut, perjalanan kariernya dimulai sebagai Perwira Pertama TNI sebelum berkiprah di birokrasi pemerintahan. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari lurah, sekretaris kecamatan, Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Cilegon, Sekretaris Bappeda, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskominfo) Kota Cilegon, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, hingga kini dipercaya memimpin Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Cilegon.

Selain mengabdikan diri sebagai birokrat, Achmad Jubaedi juga aktif di dunia akademik. Ia pernah menjadi dosen di STIE Al-Khairiyah Cilegon, Universitas Mathla'ul Anwar, Universitas Serang Raya (Unsera), dan hingga kini masih menjadi staf pengajar di STISIP Banten Raya.

Dengan raihan gelar doktor berpredikat cumlaude tersebut, Achmad Jubaedi diharapkan mampu memperkuat kapasitas intelektualnya dan kepemimpinannya dalam merumuskan kebijakan pembangunan, riset, dan inovasi daerah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta pembangunan Kota Cilegon yang lebih maju dan berdaya saing.(**)

 



SERANG, SERANG, BXX - Langkah konsolidasi organisasi dalam mengawal transparansi serta pembangunan desa di Provinsi Banten terus bergerak masif. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa Provinsi Banten, Lesman Bangun, secara resmi melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus Pokja Newsroom Jaga Desa Tingkat Kabupaten/Kota se Provinsi Banten yang berlangsung penuh khidmat di Gedung Serba Guna (GSG) DPRD Provinsi Banten, Kamis (23/7/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperluas jangkauan ekosistem media terintegrasi hingga ke tingkat tapak, sekaligus memperkuat koordinasi antara insan pers, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan khususnya pelosok Desa di Provinsi Banten.


"Pelantikan pengurus Kabupaten/Kota yang dihadiri oleh sekjen SMSI pusat makali Kumar, ia menyampaikan banyak terimakasih atas semangatnya pengurus Pokja News Room kabupaten kota serang provinsi Banten, " hari ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar kita bersama dalam mengawal arah pembangunan desa sesuai program bapak presiden. Pokja Newsroom Jaga Desa hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan informasi dari desa tersaji secara akurat, obyektif, dan transparan.


"Saya minta kepada seluruh pengurus Kabupaten dan Kota yang baru dilantik untuk segera merapat ke bawah, bersinergi dengan para Kepala Desa, instansi Kejaksaan Tekait serta elemen masyarakat. Media siber harus hadir membawa solusi, mendampingi potensi ekonomi desa, serta menjadi jembatan edukasi. Kita buktikan bahwa pers lokal mampu menjadi motor penggerak kemajuan desa yang bersih, berdaya, dan bermartabat," Ucap Makali Kumar.

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Provinsi Banten Beni Ismail, S,STP, M,Si.  dalam hal ini mewakili Gubernur Banten, dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Banten bersama DPD APDESI Banten dalam membentuk Pokja Newsroom Jaga Desa. Langkah ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi yang sangat strategis antara media siber sebagai pilar demokrasi dengan program pembangunan yang menyentuh langsung ke tingkat desa.

"Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, tantangan hoaks dan disinformasi dapat dengan mudah mengaburkan fakta-fakta pembangunan. Di sinilah peran penting Pokja Newsroom Jaga Desa untuk hadir sebagai penjaga gawang informasi yang valid, menyajikan berita yang akurat, obyektif, dan edukatif, guna mengawal akuntabilitas serta transparansi tata kelola pemerintahan desa di Banten." Ujar Beni Ismail.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten sekaligus Ketua DPD ABPEDNAS Banten H. Muksinin, SE dalam sambutannya menyampaikan Program Jaga Desa ini merupakan agenda strategis dalam mengawal pembangunan dari desa. Kuncinya ada pada kebersamaan dan kedisiplinan. Kehadiran rekan-rekan media bersama Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Banten dan ABPEDNAS Banten bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk monitoring, membimbing, mendampingi, serta mengedukasi para Kepala Desa.

Niat kita murni untuk ibadah, ikhlas dan pengabdian membangun desa. Mari kita jaga komitmen ini dan jangan ada yang keluar jalur. Jika ada dinamika atau persoalan di desa, kedepankan komunikasi konstruktif dan pendekatan mediasi. Dengan kebersamaan, sesulit apa pun tantangannya akan menjadi mudah demi kemajuan masyarakat desa di Banten.

"Kehadiran Pengurus Pusat SMSI di Banten merupakan bentuk dukungan penuh terhadap gerakan Newsroom Jaga Desa. Banten menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam membina ekosistem media siber lokal yang terintegrasi langsung dengan pembangunan desa, Pokja Jaga Desa dirancang tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga hadir membawa terobosan nyata, mulai dari pelatihan jurnalistik Desa Menulis, pengembangan website desa, hingga keterlibatan aktif dalam pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa." Ujar Muksinin 

Dalam kesempatan tersebut Ketua Pokja News Room Jaga Desa provinsi Banten Lesman Bangun menegaskan bahwa kepengurusan tingkat Kabupaten/Kota yang baru dilantik harus segera mengambil langkah nyata dengan membumikan program kerja utama Pokja Newsroom Jaga Desa di wilayah masing-masing.

"Dengan terbentuknya struktur kepengurusan di tingkat kabupaten/kota se-Banten, Pokja Newsroom Jaga Desa optimistis dapat mewujudkan iklim informasi desa yang kondusif, terintegrasi secara nasional, serta mampu mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat desa di Banten, turut hadir mewakili Kajati Banten kasi Intel II David Nababan SH," Tutup lesman bangun.(*)


SERANG, BX  – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Banten bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten menyelenggarakan 'Sosialisasi Kebijakan Pajak Daerah' yang diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Hotel Puri Kayana


Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan perpajakan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui forum ini, peserta memperoleh informasi mengenai arah kebijakan pajak daerah, manfaat pajak bagi pembangunan, serta pentingnya peran masyarakat dalam membangun budaya taat pajak.


Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten menyampaikan berbagai materi mengenai kebijakan pajak daerah yang berlaku, inovasi pelayanan perpajakan, serta upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan kemudahan, kepastian, dan transparansi pelayanan kepada masyarakat.


ICMI Orwil Banten menegaskan bahwa organisasi masyarakat memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi, meningkatkan literasi perpajakan, serta mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara sukarela. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan partisipasi publik yang lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Pendapatan Daerah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi dengan ICMI Orwil Banten dan berbagai organisasi masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi publik mengenai kebijakan pajak daerah, sehingga masyarakat semakin memahami bahwa setiap kontribusi pajak akan kembali dalam bentuk pembangunan, peningkatan pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan pajak, memperkuat kepercayaan publik, serta mewujudkan pembangunan Provinsi Banten yang maju, adil, merata, dan tidak korupsi.

Sementara itu, narasumber dari Kejaksaan Tinggi Banten menyampaikan sejumlah poin penting, antara lain:

Pajak daerah merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan yang harus dijaga bersama melalui kepatuhan masyarakat. Kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan bukan hanya memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab warga negara dalam mendukung pembangunan daerah.

Kejaksaan melalui fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) berperan memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah dalam upaya optimalisasi pendapatan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pencegahan lebih diutamakan daripada penindakan melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan kesadaran hukum masyarakat.

Organisasi masyarakat diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai kebijakan pajak daerah sehingga tercipta budaya sadar dan taat pajak.

Salah seorang peserta yang berasal dari ICMI Orda Pandeglang mengatakan "Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang utuh mengenai kebijakan pajak daerah, tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari aspek hukum dan manfaatnya bagi masyarakat. Kami berharap materi seperti ini dapat terus disosialisasikan hingga ke tingkat organisasi masyarakat di kabupaten dan kota agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya membayar pajak daerah." (*)


CILEGON, BX – Sebanyak 45 organisasi wanita se-Kota Cilegon siap berkolaborasi dan meramaikan Gebyar Bakti Wanita Nusantara yang digagas Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon. Kegiatan tersebut akan digelar di Alun-Alun Kota Cilegon pada Kamis, 30 Juli 2026.

Kesiapan pelaksanaan kegiatan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Gebyar Bakti Wanita Nusantara GOW Kota Cilegon yang digelar di Aula PKK Kota Cilegon, Selasa, 21 Juli 2026. Rapat tersebut dihadiri perwakilan organisasi wanita yang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan.

Ketua GOW Kota Cilegon sekaligus Penanggung Jawab Gebyar Bakti Wanita Nusantara, Nur Kusuma Ngarasari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum kolaborasi seluruh organisasi wanita di Kota Cilegon. Menurutnya, Gebyar Bakti Wanita Nusantara bukan hanya kegiatan milik GOW, melainkan kegiatan bersama seluruh organisasi wanita yang ada di Kota Cilegon. “Kalau saya ditanya apakah ini acara GOW? Iya. Tetapi pengisi acaranya adalah semua organisasi di Kota Cilegon. Jadi, ini adalah acara kita bersama,” ujar Raras saat memimpin rapat persiapan.


Ia menjelaskan, Gebyar Bakti Wanita Nusantara merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun GOW Kota Cilegon. Namun, momentum tersebut dikemas lebih luas dengan melibatkan berbagai organisasi wanita sebagai bentuk kolaborasi dan penguatan peran perempuan di Kota Cilegon. “Gabungan Organisasi Wanita tidak bisa hanya GOW saja. Saya membutuhkan ibu-ibu semua, wanita-wanita hebat yang ada di Kota Cilegon untuk menyukseskannya bersama. Kalau saya bisa bilang, ini adalah ulang tahun wanita-wanita organisasi di Kota Cilegon,” katanya.

Raras menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi setiap organisasi untuk menampilkan potensi, kreativitas, serta berbagai kegiatan yang selama ini telah dilakukan. Karena itu, masing-masing organisasi akan mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara.

Ia menilai, organisasi wanita di Kota Cilegon memiliki kekuatan besar apabila mampu bersatu dan berkolaborasi. Melalui Gebyar Bakti Wanita Nusantara, kekuatan tersebut diharapkan dapat ditunjukkan kepada masyarakat luas, bahkan dikenal hingga tingkat nasional. “Saya ingin satu Indonesia tahu GOW Kota Cilegon punya kekuatan seperti apa. Oleh karena itu, insya Allah nanti kita akan bekerja sama dengan Diskominfo, beberapa media besar, dan juga influencer. Saya berharap apa yang kita upayakan bersama menghasilkan dampak yang luar biasa,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan membangun jejaring antarorganisasi wanita, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, akan terdapat berbagai layanan dan kegiatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Selain itu, sekitar 40 pelaku UMKM juga direncanakan turut berpartisipasi untuk mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat. “Harapannya, selain networking dan silaturahmi, kita juga bisa berdampak bersama. Saat ini ada sekitar 40 UMKM yang akan berpartisipasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa ikut mendorong roda ekonomi,” tuturnya.

Sesuai dengan namanya, Raras menjelaskan, unsur “Bakti” dalam Gebyar Bakti Wanita Nusantara akan diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon secara bersama-sama oleh organisasi wanita yang berpartisipasi.
Menurutnya, penanaman pohon tersebut diharapkan menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meninggalkan kenang-kenangan bagi seluruh organisasi yang terlibat. Ke depan, ia berharap dapat terwujud kawasan yang menjadi “hutan organisasi” di Kota Cilegon. “Kita tidak hanya potong-potong kue. Kita akan menanam pohon bersama-sama. Harapannya nanti kita punya hutan organisasi. Jadi, ketika melihat pohon di Alun-Alun, kita bisa mengatakan, ‘Oh, itu pohon yang saya tanam waktu itu’,” jelasnya.

Sementara itu, penggunaan nama “Nusantara” mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman latar belakang organisasi wanita yang ada di Kota Cilegon. Nur Kusuma berharap seluruh organisasi dapat terus menguatkan kontribusinya bagi masyarakat dan Indonesia. “Harapan saya, kita tunjukkan kecantikan dan keanggunan organisasi di Kota Cilegon. Kita tunjukkan bahwa kita bekerja dan hidup untuk Indonesia,” pungkasnya.

Gebyar Bakti Wanita Nusantara GOW Kota Cilegon diharapkan menjadi momentum kolaborasi besar antarorganisasi wanita, sekaligus memperkuat jejaring, kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kontribusi perempuan bagi pembangunan Kota Cilegon.(*)