Articles by "Pendidikan"
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

 

BantenXpose, Serang - Dalam rangka turut serta mendorong akselerasi pembangunan daerah di Banten, khususnya menyikapi pembangunan infrastruktur jalan tol Serang-Panimbang. Banten Pos bekerjasama dengan Bantenologi dan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten akan mengadakan diskusi bertajuk Banten Economic Forum dengan tema 'Membangun Infrastruktur Untuk Kemajuan Banten' besok, Jumat (25/5)
bertempat di Aula UIM SMH Banten.

Direktur Banten Pos, Rizal Maulana Malik menyatakan, diskusi ini bertujuan untuk menggali hal-hal yang akan terjadi akibat adanya pembangunan infrastruktur tol Serang-Panimbang tersebut.

"Pasti akan ada dampak negatif dan positif dari adanya pembangunan ini. Jadi harus disiapkan, apa yang harus diminimalisir dari dampak negatifnya, dan apa yang harus dimaksimalkan dari dampak positifnya," jelas Rizal, Kamis (24/5).

Progres pembangunan yang sudah berjalan, mulai dari pembersihan dan juga pembebasan lahan akan berdampak terhadap beberapa hal, seperti akan adanya perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di daerah.

"Publik perlu mengetahui untuk adanya beberapa perubahan tersebut. Semisal yang tadinya daerah pertanian berubah menjadi perumahan, kemudian yang daerah wisatanya," lanjutnya.

Ketua pelaksana Banten Economic Forum, Saepudin mengatakan, diskusi ini akan dihadiri sekitar 200 lebih undangan yang berasal dari berbagai latar belakang.
"Peserta diantaranya dari mahasiswa, pemerintah daerah, kemudian dari pengusaha, dan stakeholder lainnya," terang pria yang akrab dipanggil Aep tersebut.

Untuk acara sendiri, akan menghadirkan beberapa narasumber, seperti dari pelaksana pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, kemudian dari Pemkab Serang, Pandeglang dan Lebak.
“Ada juga perwakilan PLN yang jelas akan mengikuti rencana pembangunan jalan tol tersebut,” tuturnya.

Direncanakan acara berlangsung selama 90 menit dimulai dari pukul 15.00 WIB dan diakhiri dengan acara buka bersama dengan seluruh peserta dan narasumber yang hadir.

“Untuk moderator yang ditunjuk oleh panitia adalah Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SMH Banten, Dr. Efi Syarifuddin,” ungkapnya. (Red/FBB/Andreas)



 FokusBerita, Cilegon - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2018 di halaman kantor dinas pendidikan kota Cilegon, Dindik Cilegon memberikan penghargaan terhadap siswa dan siswi berprestasi di kota Cilegon, Senin (14/05/2018)


Dalam Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Muhtar Gozali mengatakan akan terus memperhatikan dan memprioritaskan pendidkan di kota Cilegon agar prestasi siswa dan siswi di kota Cilegon terus meningkat, selain itu juga akan lebih memperhatikan terhadap para guru-guru di kota Cilegon dengan sarana menaikan gaji pada tahun 2019 mendatang.

“Insallah kami dan seluruh setaf di dinas pendidikan kota Cilegon, akan berupaya terus dalam meningkatkan mutu dan kuwalitas pendidikan di kota Cilegon, dan yang pasti agar para guru lebih hit lagi dalam membimbing para murid nya insallah 2019 aktanya kita baikan gaji untuk para guru PNS maupun tenaga guru honorer semua nya akan kita naikan gaji nya.” Ucap kepala Dinas Pendidkan Kota Cilegon saat sambutan pada peringatan Hardiknas.

Selain itu dalam memperingati Hardiknas tingkat kota Cilegon, di hadiri oleh plt. Wali kota Cilegon, Edi Ariadi, mantan kepala Dindik Cilegon Ati marliati dan Engkos Kosasi. 

Dalam Sambutan Plt. Walikota Cilegon Edi Ariadi memberi angin segar terhadap para guru di kota Cilegon, yaitu mulai 2019 mendatang akan menaikan gaji para guru PNS maupun guru honorer  “meski anggaran dana di kota Cilegon kecil tapi kita akan berupaya terus meningkatkan mutu Pendidikan di Kota Cilegon, mulai 2019 mendatang kita akan Ada perubahan untuk gaji para guru honor maupun PNS tingkat SD dan SLTP di lingkungan pendidikan kota Cilegon”  ungkap Edi Saat sambutan. 

Kenaikan gaji untuk para guru di kota Cilegon tingkat SD dan SLTP tentu di sambut hangat oleh para guru yang ikut serta menghadiri acara peringatan Hardiknas di halaman kantor dinas pendidikan kota cilegon.
(Red/Adv)


FBB, Kab. Serang - Pondok pesantren Ashabul Kahfi Berencana akan melakukan pembebasan lahan satu hektar untuk  Pendidikan tingkat Madrasah Tsanawiyah.

Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Ust. Saifulloh tersebut sebelumnya sudah menyelenggarakan pendidikan tingkat Diniyah, dengan fasilitas pas pasan. Namun tidak menyurutkan semangat para santri untuk terus menimba ilmu.

Tajudin ketua hubungan masyarakat pondok pesantren Ashabul Kahfi mengatakan untuk kelancaran proses pembebasan lahan satu hektar, dan proses pembebasan lahan awal 500 meter.

"Rencananya akan membebaskan lahan satu hektar, target sementara  500 meter, untuk membangun ruang kelas belajar tingkat Tsanawiyah." Ungkapnya diKota Cilegon, Jumat (27/4/2018).

Pondok Pesantren Ashabul Kahfi beralamat di Kampung Luwung semut Rt.01/01 Desa jeruk tipis Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang.

Tajudin berharap, rencana pondok pesantren mendapat renspon dan uluran tangan dari saudara muslim dan  para dermawan.

"Kami berharap uluran saudara-saudara seiman dan para dermawan,  yang ingin menginfakan hartanya untuk pembebasan lahan dan pembangunan ruang kelas Madrasah Tsanawiyah," Harapnya.

(Red/FBB/*)

FBB, Cilegon - Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Suka Relawan Palang Merah Indonesia (UKM KSR PMI) STIE AL-Khairiyah berperan aktiv dan siaga dalam menyukseskan Pekan Olahraga Seni dan Budaya (POSBA) ke-1 yang berlangsung sejak tanggal 16 -19 Maret 2018.

Saat ditemui diacara penutupan POSBA BEM-STIE AL-Khairiyah  ketua KSR Al-Khairiyah juhaerdi mengatakan, Peran KSR di Al-khairiah untuk senantiasa siaga dan berkontribusi dalam pertolongan dalam bentuk sosial maupun tenaga, baik di area kampus maupun diluar kampus sehingga KSR Al-Khairiah bisa berbaur dengan mahasiswa maupun masyarakat.

"Seperti dalam acara POSBA BEM STIE AL-KHAIRIYAH, KSR selalu berusaha siaga untuk memberikan pertolongan pertama kepada peserta posba saat terjadi insiden dalam tiap-tial acara posba." Katanya Senin, (19/3/2018).

Harapan kami kedepannya KSR STIE AL-Khairiah bisa menjadi suri tauladan bagi mahasiswa lainnya dalam hal sukarelawanan dan semangat gotong-royong.

"Kami ingin mempelopori dan mengetuk hati seseorang untuk bisa melakukan saling tolong-menolong sesama manusia tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras ataupun hal lainnya," Ungkap juhaerdi.

Sementara itu Presma BEM STIE AL-khairiyah Hadi Hazmudin mengungkapkan, KSR sangat berperan dan berkontribusi seperti pada acara POSBA ini, KSR cukup sangat membantu.

"Semoga KSR STIE Al-Khairiyah bisa berkembang dan memberikan manfaat di setiap event-event yang ada di STIE Al Khairiyah karena KSR kan berkaitan dengan pertolongan pertama," Ungkap Hadi.

(RED/FBB/AL)


FBB, Cilegon - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Al-Khairiyah Kota Cilegon, Banten sukses dalam mengadakan Pekan Olahraga Seni dan Budaya (POSBA) yang ke-1.

Hal ini terucap oleh Ketua pelaksana posba arif pratama yang mengatakan, acara ini berlangsung dari tanggal 16-19 Maret 2018 dengan bertemakan kembangkan kreativitas dengan semangat tanpa batas.

"Ini adalah salah satu acara di BEM, di acara ini mengadakan 5 perlombaan yakni futsal, bulu tangkis, MSQ, tari kreasi daerah dan marawis," Kata arif, Senin (19/3/2018).

Pada kesempatan yang sama Presma BEM STIE AL-Khairiyah Hadi Hazmudin mengatakan, POSBA ini adalah program kerja BEM STIE Al- Khairiyah yang sudah disepakati saat raker.

"Kami merasa acara ini perlu, ditengah perkembangan zaman dan doktrinasi dari teknologi yang meninabobokan kita khususnya para remaja, sehingga kita lupa dengan budaya kita," ucapnya.

Selanjutnya, Hadi berharap Setelah kegiatan ini semoga pemuda bangga dan mencintai budaya, minimal mengetahui apa budaya bangsa khususnya budaya yang ada di Banten.

"Acara POSBA selanjutnya akan lebih meriah,ramai dan diisi inovasi-inovasi baru. Dan stie alkhairiyah sebagai pengagas event seperti ini berharap di tempat lain, bisa ada dan diselenggarakan event-event seperti ini baik dikampus lain ataupun instansi-instansi lain." Harapnya.

(RED/FBB/AL)
FokusBerita, Serang – Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Unsera mengecam keras kegiatan turnamen mobile legends yang diagendakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Akustik pada 14-15 Maret 2018 untuk tidak dilaksanakan. Selasa (6/3/2018).

Ketua Umum HMI Komisariat Unsera Nur Cholis menilai, permainan berbasis aplikasi di smartphone tersebut telah dianggap tidak sesuai dengan tujuan dari Tri Dharma Perguruan.

“Kalau jadi digelar, sangat disayangkan sekali. Turnamen ini tidak mencerminkan mahasiswa. Sangat tidak mendidik. Mahasiswa itu harus cerdas, kritis, dan kreatif. Harus solutif demi menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

“HMI komisariat Unsera mendesak kepada UKM Akustik untuk mengevaluasi kembali turnamen yang akan diadakan. Turnamen ini dapat merusak budaya mahasiswa dan tidak mencerminkan sosok seorang mahasiswa,” tambahmya.

Dirinya menjelaskan, Tri Dharma Perguruan tinggi merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Ketiganya akan saling memengaruhi, dan menjadi landasan pendidikan.

“Lebih baik lingkungan kampus atau UKM, mengembangkan budaya diskusi, untuk menumbuhkan tergalinya sikap kritis mahasiswa. Untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, ia mengatakan mahasiswa bisa melakukan penelitian dan pengembangan, yang diimplementasikan melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Terpisah, Sucahya, Humas UNSERA menjelaskan, acara turnamen mobile legend yang akan digelar oleh UKM Akustik Unsera tersebut meruppakan kegiatan yang tidak terdaftar dalam pengajuan proposal di Biro Kemahasiswaan. “Kalau tanpa ijin Unsera, kegiatan apapun tidak akan diberi ijin,” terangnya, Selasa (6/3).

Meskipun demikian, ia akan mengkaji acara tersebut. Apakah positif atau bertentangan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, UKM Akustik dengan acara mobile legend masuk ke dalam minat bakat. Sama halnya seperti pertandingan sepak bola, futsal dan lainnya. Namun pihaknya saat ini sedang mengkaji apa urgensi dari mobile legend. “Prinsipnya bila dikaji acara itu cukup positif, dan sesuai prosedur yang ada di Unsera, kami akan beri ijin,” tukasnya. (Red/fbb/RB Online)


FokusBerita, Cilegon - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Cilegon bersama Satintelkam Polres Cilegon menggelar pelatihan kader cyber kebangsaan yang bertempat di Aula Rupatama Mapolres Kota Cilegon, Jumat (2/3/2018).

Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu, (3/3/2018) tersebut mengambil tema Teknologi Digital dan Media Sosial Sebagai Fasilitas Pemantapan Nilai Pancasila.

Kegiatan yang diikuti oleh Puluhan peserta dari kader PMII Cilegon yang sudah lolos seleksi, tampak hadir dalam pembukaan ketua PC PCNU kota Cilegon KH. Hifdulloh, Ketua PC GP Ansor Kota Cilegon Ust. Sholeh Syafe'i dan dibuka oleh Kasatintelkam Bpk. H. Awab, SH.

Dalam sambutan nya Kasatintelkam polres kota Cilegon mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PC PMII Kota Cilegon "Kegiatan ini sesuai dengan kondisi media sosial hari ini yang perlu di isi oleh konten positif dan nilai-nilai Pancasila", Ungkapnya.

Sementara itu Ketua PCNU kota Cilegon, KH. Hifdulloh mengatakan Anak-anak muda hari ini mengalami intervensi dan disintegrasi ideologi bangsa melalui media sosial yang diserbu oleh kelompok radikal , ini berbahaya karena bisa membuat masyarakat ribut karena provokasi tersebut. "PMII harus bisa hadir sebagai kelompok intelektual pada ruang itu," Katanya.

Selanjutnya, ketua umum PC PMII Kota Cilegon, Andra Imam Putra menegaskan, Kegiatan pelatihan cyber ini bertujuan meningkatkan kualitas wawasan dan pengetahuan mengenai ruang komunikasi digital yang sulit untuk diawasi.

"Saya mengharapkan para peserta dapat menjadi kader-kader yang mengisi ruang komunikasi digital itu dengan konten yang positif, sejuk, berwawasan dan tetap memiliki nilai-nilai Pancasila dalam landasan nya", Tegas Andra.

Pelatihan Cyber kebangsaan ini pun akan mendatangkan pemateri dari Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PBNU untuk memperkaya wawasan dan memperkuat narasi Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan generasi emas dari anak-anak muda NU ke depan khusus nya pada saat 100 tahun usia NU dapat mengisi ruang dan pos-pos strategis tersebut.

(RED/*FBB)

FokusBeritaBanten.co.id - Mimpi, seperti mimpi. Benar-benar tidak menyangka,” ucap Udin Ahidin (42) setengah menangis. Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, ini sama sekali tak pernah membayangkan akan meraih gelar doktoral dan menjadi pejabat struktural perguruan tinggi.

‘’Bagaimana tidak. Saya ini dari keluarga sangat miskin di kampung. Sekolah Dasar saja hampir tidak lulus, karena ayah saya meninggal ketika saya baru kelas 5 SD. Dua adik saya masih kecil-kecil waktu itu,’’ ungkap Wakil Ketua Program Studi (Prodi) Manajemen S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang (FE-Unpam) Tangerang Selatan (Tangsel), ini.

Ditemui di kantornya Senin (29/01), Udin menuturkan, masa kecilnya tak selazimnya anak-anak. Harus berkelahi dengan waktu. ‘’Ayah mendidik saya keras,’’ ujar putra sulung pasangan Karjo-Enti Rukenti tersebut.

Sore sebelum ngaji ke langgar (mushola), Udin kecil wajib mengumpulkan kotoran kambing di kandang belakang rumahnya. Feces ternak kemudian dimasukkan ke karung. Besok paginya, sekarung tahi kambing itu dia panggul ke ladang untuk digunakan sebagai pupuk.

Pulang dari ladang, Udin tak boleh melenggang. Kadang harus memikul kayu bakar, menenteng bayam liar, atau membopong daun pisang. Apa saja yang bisa dimanfaatkan atau jadi uang.

‘’Bapak, Udin kok begini amat kerjaannya. Itu teman-teman Udin pada main, Pak?’’ keluh si bocah suatu pagi di ladang.

Ayahnya menghela nafas. ‘’Din,’’ katanya, ‘’kehidupan keluarga kita harus berubah. Kamu dan adik-adikmu jangan melarat seperti Bapak. Kamu sebagai sulung dan laki-laki, harus sekolah yang tinggi, sampai jadi sarjana!’’

Udin tercenung saja mendengarnya. Dalam hati ia berkata, apakah keinginan bapak tidak terlalu muluk. Jangankan jadi sarjana, melanjutkan ke SMP saja Udin tak yakin bakal kesampaian.

Innalilahi…, saat Udin Ahidin kelas 5 SD, Karjo wafat. Meninggalkan Udin bersama ibu dan dua adik kecil.

‘’Saat itu saya sangat terpukul. Sempat merasa tak punya harapan masa depan,’’ kenang Udin.

Namun, wasiat ayahnya terngiang-ngiang terus. Ia menjadi pemicu semangat Udin untuk melanjutkan pendidikan. Lulus dari SD Negeri 1 Cibingbin, Kuningan pada 1989, bocah cerdas ini melanjutkan ke SMPN (1989-1992) dan kemudian SMAN 1 (1992-1995) di kecamatan yang sama.

Beruntung ia memperoleh beasiswa dari pemerintah, sehingga biaya pendidikannya tidak memberatkan. ‘’Saya selalu masuk The Big Five dalam ranking sekolah, sehingga mendapat keringanan SPP,’’ ungkapnya.

Sambil bersekolah, Udin meneruskan usaha ternak kambing warisan bapaknya. Ia juga berjualan nyiru (tikar pandan) dan peralatan dapur tradisional. Sistemnya bayar-panen. ‘’Dagangan saya dibeli, tapi dibayarnya setelah panen padi. Bayarnya pakai beras, jagung, atau hasil bumi lainnya,’’ terang Udin.

Mengisi liburan panjang tahunan selama 40 hari, Udin Ahidin ikut temannya merantau ke Tangerang. Di sini ia menjadi kenek (asisten) tukang bangunan.

‘’Ini buat cari pengalaman saja, karena upahnya hampir semuanya buat ongkos dan makan,’’ ujarnya.

Musim liburan berikutnya, Udin memilih jadi pedagang asongan di perantauan. ‘’Prosedurnya lebih mudah, resikonya lebih kecil, dan pendapatannya lebih besar,’’ ia menjelaskan alasannya.

Selepas SMA, Udin coba kuliah. Pada 1996 ia mendaftar di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kuningan, yang sekarang menjadi Universitas Kuningan (UNIKU). Udin diterima di Fakultas MIPA Biologi.

Menginjak semester ketiga, Udin memutuskan keluar dari kampus. ‘’Waktu saya habis untuk kuliah, sedangkan adik-adik perlu biaya makan dan sekolah,’’ ia mengemukakan alasan.

Udin lalu merantau ke Pasar Cikokol, Tangerang, untuk mengasong. Beruntung ia berjumpa dengan Kang Sunar, teman sekampungnya, yang membantunya memberi jalan.

Tapi, ia bingung harus tinggal di mana. Tak mungkin menumpang di kawannya itu. ‘’Kang Sunar menerima kedatangan saya, tapi nggak mungkin memberi tumpangan menginap. Karena ia tinggal di gerobak,’’ Udin menceritakan.

Ia lalu pergi ke Masjid Jami Mujahidin Tangsel. Usai sholat, ia curhat pada pengurus masjid. Intinya, butuh tumpangan barang seminggu sambil membantu jadi marbot. KTP dia serahkan sebagai jaminan.

Alhamdulillah, pengurus masjid percaya padanya. ‘’Ya sudah kamu tidur di mess marbot, jangan di ruang masjid. KTP simpan saja,’’ katanya pada Udin.

Merintis karier sebagai pengasong, Udin memulai dengan menjadi asisten pengasong senior dari Agen Toko Indah Sari, Tangsel. Lama-lama ia dipercaya untuk mengasong sendiri dengan modal pinjaman agen.

Dengan keuletan dan kecermatan kalkulasi dagang serta pembukuannya, usaha Udin berkembang. Tak lama jadi pengasong, ia sudah memiliki lapak tetap. Juga gerobak pribadi sebagai ‘’rumah’’-nya.

Toh, ia tak berpuas diri. Kedua adik perempuannya di kampung, memang bisa dia sekolahkan. Tapi, ‘’masa iya saya akan jadi manusia gerobak selamanya,’’ gugat Udin dalam hati pada dirinya sendiri.

Menikah bakal membuka pintu rejeki. Udin Ahidin percaya pada petuah guru ngajinya itu. Pada 1997, ia menikahi Icih Tarsih, gadis tetangga depan rumahnya di kampung.

Di kampung, keluarga sang istri sebenarnya siap membantu kehidupan Udin. Namun, pria ini tak mau lama-lama bergantung pada kebaikan mertuanya.

Pada 1999, Udin memboyong istrinya ke Pamulang. Pasutri ini menjadi ‘’manusia gerobak’’ di emperan ruko. Usaha mereka kian berkembang.

‘’Apa saja saya dagangin. Misalnya kalau mau natalan dan tahun baru, apa yang laku. Mau Idul Adha, saya jualan kambing, gitu. Pernah juga saya dagang kotor, jualan minuman keras,’’ tutur Udin malu-malu.

Walau tak punya background keilmuan administrasi maupun akuntansi, Udin tertib membukukan cashflow usahanya. Membeli buku adalah salah satu pos pengeluaran wajibnya.

Ia menuturkan, ‘’Tiap minggu saya membeli buku bacaan. Buku apa saja, kadang buku agama di emperan Masjid Mujahidin. Kadang buku pengetahuan alam, juga buku motivasi.’’

Diam-diam, Icih memperhatikan kebiasaan suaminya. ‘’Kayaknya Akang masih semangat untuk belajar lagi,’’ Udin menirukan gumam sang istri.

Suatu hari di tahun 2005, Icih pamitan pada istrinya untuk membeli daster di Pasar Jumat yang sekarang menjadi areal Kampus Unpam. Perguruan Tinggi yang didirikan Yayasan Prima Jaya pada tahun 2000 ini, pada 2005 diambil alih oleh Yayasan Sasmita Jaya yang didirikan Tokoh Tangsel, Darsono.

Bukannya membawa daster baru, Icih sepulang dari pasar malah mengangsurkan formulir perndaftaran mahasiswa baru Unpam. ‘’Pak, jangan banyak tanya, sok diisi buat kuliah di Universitas Pamulang,’’ katanya pada sang suami.

Udin kaget, walaupun senang juga dengan perhatian istrinya. ‘’Tapi kan mahal biaya kuliah,’’ katanya mengkerut.

‘’Tidak Pak, kuliah di Unpam nggak pakai uang gedung. Terus SPP-nya bisa dicicil,’’ sahut Icih.

‘’Tahu dari mana kamu?’’ Udin heran.

Rupanya, Icih selama ini menyimak obrolan pegawai Masjid Mujahidin tentang kuliah di Unpam. Juga berdasarkan informasi dari brosur perguruan tinggi tersebut.

OK-lah kalau begitu, Udin mendaftar jadi mahasiswa. Ia juga penasaran pada nama Darsono yang dalam brosur disebut sebagai ketua yayasan Sasmita Jaya.

‘’Waktu itu saya memang lagi pingin ketemu yang namanya Pak Darsono.  Ia dikenal sebagai pengusaha yang menyediakan perumahan murah dan ringan bagi pedagang bubur dan sebangsanya di Tangsel. Saya ingin tahu bagaimana rumus bisnisnya, sehingga tukang bubur bisa punya rumah tanpa harus melalui bank. Saya pingin belajar ilmu bisnisnya,’’ tutur Udin.

Ternyata, memang Darsono petinggi Yayasan Sasmita itu orangnya. Udin pun makin bersemangat kuliah di Unpam. Ia mengambil Prodi Manajemen pada Fakultas Ekonomi.

Lulus dengan nilai bagus pada 2010, Udin langsung dipercaya menjadi dosen di FE-Unpam. Walau sudah jadi dosen tetap, ia tak meninggalkan tugasnya sebagai guru di SMK Daarul Khoir Gunung Sindur, Bogor. Profesi guru ini ia tekuni sejak 2009.

Seiring kepercayaan Yayasan padanya, Udin harus kuliah lagi untuk menduduki jabatan struktural kampus. Ia mengambil magister manajemen di FE-Unpam (2010-2012). Kemudian lanjut lagi ke program doktoral di bidang yang sama di Universitas Persada Indonesia tahun 2014-2017.

Tak lupa Udin juga mendorong istrinya untuk melanjutkan kuliah, hingga berhasil meraih gelar sarjana pendidikan. Sang istri jadi semakin matching (nyambung), bahkan sangat membantu pekerjaan suaminya.

‘’Dengan berbagai kesibukan pekerjaan, jam kerja saya sepertinya 24 jam penuh sehari. Di situlah peran istri sangat membantu saya, seperti menyiapkan konsep naskah, korespondensi, dan lain-lain,’’ ungkap Udin penuh syukur dikaruniai istri yang sangat mengerti suaminya.

Kini, Udin ‘’manusia gerobak’’ menjadi orang kedua di Prodi Manajemen FE-Unpam. Gerobak dan lapak usaha bersejarahnya, dikelola saudara. Ruko miliknya dikontrakkan. Keluarga Udin tinggal di Perumahan Griya Sasmita, Serua, Depok.

Ditanya kapan hendak menjadi guru besar, Udin merendah. ‘’Paling cepat empat tahun lagi, walaupun kampus meminta saya dua tahun lagi saja,’’ ungkap calon Profesor Udin.

Ia sepakat dengan visi-misi Unpam, untuk menjadikan lulusannya sebagai insan yang profesional sesuai kompetensinya, mandiri, dan beriman serta berakhlak mulya. ‘’Ditambah lagi dengan berbasis teknologi sesuai tuntutan perkembangan zaman,’’ imbuhnya.

Hal itu juga sesuai dengan motto Kota Tangsel: Cerdas, Modern dan Religius.

Karena itu, Waka Prodi Manajemen sangat berterima kasih kepada dosen Unpam, Drs Teguh Yuwono MM, yang sudah mendatangkan pakar-pakar sebagai narasumber kuliah umum di Unpam. Misalnya Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama BNI Syariah.

‘’Narasumber seperti Pak Firman sangat kita butuhkan ilmu dan pengalamannya, karena beliau seorang praktisi yang berprestasi,’’ kata Udin.

Kebahagiaan Udin, tatkala orang-orang yang bekerja padanya, dapat bersekolah atau melanjutkan pendidikan. Baik dari kalangan keluarganya maupun bukan.

‘’Saya juga sangat bahagia, jika ditegur orang sukses yang ternyata pernah menjadi mahasiswa saya di Unpam. Saya sendiri lupa padanya,’’ ujar Udin sambil menyebut sejumlah anggota DPRD, pengusaha, dan tokoh masyarakat yang pernah dididiknya.

Pungkasan ia berpesan, ‘’Jangan pernah menyepelekan perbuatan baik sekecil apapun, karena kita pasti akan menuai investasi kebaikan itu.’’ (red/fbb/pn)



FokusBeritaBanten.co.id - Sebanyak 32 organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung dalam Himpuni (Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia) berkumpul disalah satu universitas Soedirman Purwokerto, dalam rangka  melaksanakan rapat kerja Nasional pertama, yang bertemakan “Sinergi Anak Bangsa Membangun Negeri”.

Acara ini berlangsung pada tanggal 25-26 November 2017. Rakernas dikoordinatori oleh Ali Masykur Musa dalam rangka silaturahmi Nasional untuk mempererat dan meningkatkan jumlah PTN yang terlibat dalam Himpuni.

Adapun alumni perguruan tinggi merupakan sumberdaya yang memiliki potensi untuk berkontribusi efektif bagi kemaslahatan umat manusia sehingga semakin banyak yang terlibat,maka akan semakin baik, serta menyiapkan 9 rekomendasi. Nasional: 1. Memperkuat Pancasila, 2. Memperkokoh NKRI, 3.Melawan Terorisme dan Radikalisme, 4.Memerangi Narkoba, 5.Meningkatkan Anggaran Ristek untuk Daya Saing Bangsa, 6. Mengembangkan Startup di Perguruan Tinggi, 7.Memerangi Korupsi, 8. Mengelola Sumberdaya Alam Berkelanjutan, 9. Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia. 

Dalam pertemuan tersebut Ikatan Keluarga Alumni (IKA)  Untirta baru bergabung bersama Unila, Unri, Universitas Trunojoyo, Unsil, dan Unnes. IKA Untirta terlibat aktif yng diwakili oleh H.Helldy Agustian,SE.,SH selaku ketua umum dan Beben Somantri,S.Pd. selaku ketua Harian. Himpuni dideklarasikan di auditorium BPPT 20 Mei 2016 dan musyawarah Nasional kesatu di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 1 April 2017.

Himpuni berkomitmen untuk terus berjuang dan berperan dalam pembangunan Indonesia sehingga kedepan Himpuni berharap Indonesia menjadi bangsa pemenang. 32 anggota Himpuni: ITB,UGM,Undip,UI,Unbraw,ITS,UNS,Unpad,IPB,Unram,Unsoed,Unair,USU,Unand,Unsrat,UNP,Unimed,Unjem,UPNVI,Unsri,Unib,Udayana,Unhas,UPI,UNM,UNJ,Unri, Unila, Untirta, Trunojoyo,Unsil, Unnes. (Red/FBB/Isn)

FokusBeritaBanten.co.id - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro kesejahteraan rakyat (Kesra) sekretariat daerah Provinsi Banten menggelar penguatan pendidikan karakter santri.

Kegiatan ini bertujuan untuk Penguatan Pendidikan Karakter Santri yang dikemas
dengan bentuk camping dan outbound dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Provinsi Banten, dalam hal ini Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Banten bekerja sama dengan Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) dan Forum Santri Banten (FSB) di Taman Hutan Raya (Tahura) Carita Banten pada tanggal 6-8 November 2017, yang dihadiri ratusan perwakilan santri dari beberapa Pondok Pesantren Salafi dan modern di 8 Kabupaten Kota Se-Provinsi Banten, Senin (6/11/2017).

Kepala Biro Kesra Irvan Santoso yang juga selaku penangung jawab penyelenggara kegiatan dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dikemas secara menarik dan menjual nilai kebersamaan yang tinggi, “Katanya.

Selain itu, bukan hanya kemasan acaranya saja yang menarik, tempat yang
disajikannya pun cenderung alami lantaran bertempat di tengah tengah hutan
lindung yang keadaannya dirawat dan dijaga pemerintah hingga menyajikan kesan nyaman dan tentram bagi setiap peserta.”tutur Irvan.

“Tujuan kegiatan tersebut adalah dalam rangka memperingati hari santri untuk
meneladani semangat jihad keindonesiaan kiyai dan santri terdahulu dan sebagai
penjabaran penguatan pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler yang
meliputi keagamaan salah satunya.”

Sementara itu ketua panitia kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) mengatakan,
Penguatan Pendidikan Karakter Santri ini mengambil tema tadabur, tafakur dan
tasyakur yang memiliki pengertian agar para santri akan pandai bersyukur (tasyakur) terhadap nikmat –nikmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia, sehingga yang diberikan Allah dapat bermanfa’at sebagai mana mestinya dan meneliti terhadap fenomena –fenomena alam ciptaan Allah swt.”Ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan ini terdiri dari Outbond dan Games serta ketangkasan
dan kerjasama team atau team building, senam santri dan pembiasaan sholat
berjamaah. Di dalam kegiatan ini juga terdapat Lomba-lomba seperti Lomba Baca
Kitab dan Lomba Ceramah Agama.”Imbuhnya.

Kegiatan seperti akan terus dikembangkan karena akan menjadi pondasi awal
silaturahmi sesame santri tersebut, supaya spirit santri terus terbakar untuk belajar dan menyiarkan agama islam. (Advertorial)

FokusBeritaBanten.co.id - Dalam rangka merayakan hari jadi Provinsi Banten yang ke-17 Pemerintah Provinsi Banten bekerja sama dengan Lembaga Tilawatil Qur’an (LPTQ) Banten menggelar Musbaqoh Tilawatil Quran (MTQ) pelajar tingkat SLTA dan sederajat tingkat Se-Provinsi Banten pada 23-25 Oktober 2017.
MTQ pelajar SLTA untuk pertama kalinya di Provinsi Banten tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Ranta Soeharta mewakili Gubernur Banten Wahidin Halim di Masjid Raya Al-Bantani, kawasan pusat pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug Kota Serang, (23-10-2017).
Kepala Biro  Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Banten Irvan Santoso mengatakan, MTQ Pelajar Tingkat SLTA tersebut diselenggarakan dalam rangkaina acara HUT Ke-17 Provinsi Banten dan memeriahkan Hari Santri Nasional Tahun 2017.
Dalam kegiatan lomba MTQ Tingkat SLTA Se-Provinsi Banten ini mengusung  tema “MTQ Pelajar Provinsi Banten Membentuk Generasi Qurani dan Berakhlakul Karimah” dengan memperebutkan piala Gubernur Banten.
“Para pendaftar sangat antusias. Yang mendaftar cabang Fahmil Quran golongan putra  ada 39 regu dan putri 42 regu, sementara cabang Syarhil Quran putra 23 regu dan putri 37 regu.
Setelah melalui tahapan kualifikasi, peserta cabang Fahmil Quran dan Syarhil Quran yang akan berlomba, masing-masing sebanyak 27 regu putra dan putri,” Katanya
Sekretaris daerah (Sekda) Banten yang juga ketua umum LPTQ Provinsi Banten Ranta Soeharta  saat membacakan sambutan Gubernur Banten mengapresiasi seluruh elemen dan jajaran LPTQ Banten yang telah menggagas kegiatan tersebut.
Ia berharap ajang MTQ pelajar tingkat SLTA Se-Banten dapat menumbuh kembangkan bibit baru dalam rangka MTQ tingkat Provinsi Banten maupun tingkat Nasional.
“ini untuk memacu dan meningkatkan gairah pemuda, pemudi, pelajar dan remaja untuk mengkaji, mempelajari sekaligus mengamalkan isi kandungan Al Quran sebagai pandangan hidup umat islam yang hakiki,” katanya
Sekda berharap ajang tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi namun merupakan syiar, silaturahmi dan salah satu wahana memicu diri agar lebih mengenal, memahami, menhayati, dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari hari.
Ketua harian LPTQ Provinsi Banten Syibli Syarjaya mengatakan, MTQ pelajar Tingkat SLTA sebagai sarana mencari bibit – bibit muda dalam menyongsong MTQ tingkat Provinsi dan Nasional (Red/Fbb/Advetorial)

Fokusberitabanten.co.id - Lima mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menciptakan pengganti minyak ikan yang berasal dari limbah makanan berupa onggok dan ampas tahu menjadi kapsul bernutrisi sumber AA, DHA dan EPA, yang dinamai Aspergyomega. "Hasil temuan kami ini mempunyai kelebihan antara lain waktu yang dibutuhkan dalam memproduksi asam lemak yang relatif singkat serta harga yang relatif lebih murah dibandingkan minyak ikan," kata salah seorang anggota tim pencipta Aspergyomega, Ardita Rizky Putri Arcanggi, di Depok, Selasa. Kelima mahasiswa ini adalah Ardita Rizky Putri Arcanggi (Teknik Bioproses), Ahmad rafif (Teknik Kimia), Mustika (Teknik Bioproses), Adinda Eka (Teknik Bioproses), Prastiwi Arum (Farmasi). Ia mengatakan melalui penelitian itu, mereka menganalisis komposisi karbon berbasiskan bahan baku berupa onggok dan ampas tahu untuk menghasilkan asam lemak tidak jenuh yang terdiri dari AA, DHA dan EPA guna meningkatkan gizi masyarakat Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menekan angka kekurangan gizi di Indonesia dan mendukung Indonesia Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu faktor kekurangan gizi adalah karena kurangnya asupan asam lemak tak jenuh pada anak dibawah lima tahun dimana salah satu asam lemak tak jenuh adalah AA, DHA dan EPA. "Nutrisi berupa AA, DHA dan EPA selama ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi minyak ikan, golongan crustacean," katanya. Ketersediaan minyak ikan memiliki keterbatasan, yaitu pencemaran logam berat, penyediaan sumber daya ikan, harga produk yang relatif mahal, serta ketersediannya bergantung dengan musim, sehingga menjadi ancaman bagi penyediaan ikan di masa depan. Onggok atau sering dikenal sebagai ampas singkong merupakan produk samping dari industri pengolahan singkong seperti tepung tapioka/kanji, dan lain-lain. Sedangkan ampas tahu merupakan sisa hasil pembuatan tahu. Kedua limbah makanan tersebut berhasil diolah menjadi produk bermanfaat melalui tahapan penelitian di bawah bimbingan dosen FTUI Ir Rita Arbianti, M.Si yang dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik UI. Hasil penelitian itu tengah diusulkan untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang akan melaju pada babak final di akhir bulan Agustus 2017. Ardita dan tim menyakini bahwa keunggulan dari produk ini adalah termasuk food grade yang aman untuk dimakan, relatif lebih murah serta mengandung nutrisi yang sangat baik bagi perkembangan otot, otak, syaraf mata serta baik bagi perkembangan anak. Diharapkan Aspergyomega hasil karya mahasiswa UI itu mampu diwujudnyatakan dalam bentuk kapsul nutrisi layaknya minyak ikan yang telah beredar di pasar. Dengan demikian dapat mendukung usaha pemerintah dalam program SDGs serta menjadi pustaka dalam pengembangan sumber penghasil asam lemak tak jenuh sebagai sumber gizi. (Red/fbb/AN)

Fokusberita, Cilegon - Acara Pembukaan Konser Karawitan Muda 2017 di gelar di Kota Cilegon, Banten. Acara yang cukup meriah tersebut bertempat di akses Jalan Raya Cilegon – Merak yang melintasi depan Gedung Kantor Walikota dan DPRD Kota Cilegon (Jalan Sepanjang Landmark Kota Cilegon) Kamis, (3/8).

Acara yang di gelar oleh Dirjen Kemendikbud Republik Indonesia yang di hadiri oleh para peserta terbaik dari 34 provinsi di Indonesia tersebut dilaksanakan dari tanggal 3 Agustus 2017 sampai dengan 5 Agustus 2017 dengan tujuan untuk mengembangkan kreativitas generasi muda terhadap kesenian terkhususnya musik tradisional dari masing-masing provinsi.

Wali Kota Cilegon TB. Iman Ariyadi, dalam sambutannya mengatakan, "Terimakasih kepada Kemendikbud Republik Indonesia yang telah memilih Kota Cilegon sebagai tuan rumah pagelaran konser karawitan muda Indonesia ke 11 tahun 2017. Mari kita memulai langkah awal yang sederhana ini untuk memberikan perhatian yang tulus, konsisten, kepada anak-anak kita yang menekuni karawitan". Ujarnya.

Sementara itu Direktur kesenian Kemendikbud, Dr. Restu Gunawan, M.Hum, dalam sambutannya mengatakan, "Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama, suatu pola hidup yang kompleks, abstrak dan luas, budaya sebagai prilaku komunikatif, perilaku yang baik disandingkan dengan pendidikan akan melahirkan generasi yang baik, untuk itu kemendikbud perlu mewujudkan kesinambungan perwarisan nilai, pengembangan, pengetahuan dan teknik bermusik yang terdiri dari pergelaran dan pengamatan".

"Kegiatan ini diharapkan mampu memiliki manfaat yang strategis dalam menggali, membina serta mengembangkan seni musik khususnya musik etnik Nusantara. Atas nama Kemendikbud saya mengucapkan selamat dan terimakasih kepada pemerintah Provinsi Banten khususnya kota Cilegon sebagai tuan rumah", Tutup Restu Gunawan.

(RED/FBB/Ihsan)

FokusBerita, Serang - PT. Telekomunikasi Indonesia (persero) Tbk dan PT.Krakatau Steel bekerja sama dengan Dinas pendidikan provinsi Banten mengadakan program siswa mengenal Nusantara 2017 provinsi Banten. Bertempat di pendopo lama Gubernur, Rabu (19/7).

Telkom dan PT Krakatau Steel bekerja sama untuk menyeleksi para siswa yang ada di Banten, Akhirnya terpilih Sebanyak 20 siswa yang lolos dari seluruh sekolah menengah yang mewakili Kota/Kabupaten Se-Provinsi Banten. Pembekalan awal dilakukan pada 10 juni 2017, pembekalan ini meliputi wawasan kebangsaan dan wawasan tentang BUMN serta pengembangan motivasi. Ke-20 siswa asal Banten tersebut akan berada di Lampung selama 8 hari.

Program siswa mengenal Nusantara 2017 sama dengan pertukaran pelajar Banten yang sudah melawati tahap seleksi  dalam bidang akademis di setiap sekolah yang ada di Banten, untuk selanjutnya akan di kirim ke Provinsi Lampung.

Direktur Human Kapital Manajer Herdy Harman menuturkan, "program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) merupakan peluang yang sangat baik bagi para siswa untuk mempraktekan Digital Mindest, pola pikir untuk dapat mengakses dan memanfaatkan informasi yang tersedia dari seluruh dunia sehingga dapat memberikan nilai, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya." Ungkapnya.

Herdy Menambahkan "Melalui program program SMN ini para pelajar sebagai duta sekolah dan daerah dapat berbagi pengetahuan serta informasi tentang seni budaya, sosial masyarakat dan ekonomi, sehingga dapat memperkuat rasa persaudaraan, persatuan, serta kesatuan Bangsa". Tegasnya.

(Red/Fbb/Zulis)


Fokusberita,Cilegon - Dalam memperingati hari pendidikan nasional HARDIKNAS 2017 Dinas Pendidikan Kota Cilegon Menggelar sekaligus memberikan penghargaan terhadap Guru berperestasi di halaman kntor Dinas Pendidikan kota Cilegin. Rabu (24/5/2017)

Dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru, Pemkot Cilegon kembali merencanakan kenaikan honor guru. Hal itu disampaikan Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi saat Kegiatan Gebyar Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tingkat Kota Cilegon di Halaman Kantor Dinas Pendidikan, 

Namun demikian, kata Iman, pihaknya belum bisa menentukan berapa besaran kenaikan honor guru tersebut. Iman menyatakan pihaknya bakal menghitung kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.

“Saya minta Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan Dindik menghitung berapa kemampuam APBD kita,” terang Iman.
Dikatakan Iman, kesejahteraan guru sangat penting demi menunjang pendidikan di Kota Cilegon.
“Kualitas pendidikan harus terus meningkat dan kesejahteraan guru juga harus terus meningkat,” kata Iman.

Kata Iman, pihaknya saat ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Sebab guru adalah ujung tombak kualitas sumber daya manusia (SDM) Kota Baja.
“Saya minta doa kepada para guru agar cita-cita Pemkot Cilegon, membangun Pelabuhan terwujud. Bila pelabuhan ini terwujud kami pastikan kesejahteraan guru meningkat,” papar Iman.

Sementara itu Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gojali menyatakan, kenaikan honor adalah harapan para guru. Kata Muhtar pihaknya siap melaksanakan perintah walikota.
“Nanti kita hitung berapa kekuatan anggarannya,” ujar Muhtar.
(Red/Fbb/Adv)

(Fokusberitabanten)- Polisi menangkap seorang pria berinisial KA di Denpasar, Bali. Dia diduga merupakan kurir narkoba lantaran dari tangannya ditemukan 1 kg lebih sabu dan lebih dari 500 butir ekstasi.

"Dalam hal ini, KA sebagai kurir," kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja di kantornya, Jalan WR Supratman, Denpasar, Bali, Jumat (26/5/2017).

Awalnya, KA mengambil sebuah kardus yang berisi bungkusan makanan ringan di Terminal Ubung, Denpasar, Bali. Isi bungkusan itu ternyata 1.076,8 gram netto sabu dan 501 butir ekstasi.

Barang haram itu diketahui didatangkan dari Malaysia melalui jalur darat. Dugaan sementara, paket sabu itu didatangkan oleh jaringan narkoba di dalam LP Kerobokan.

"Barang tersebut dikirim lewat jalur laut dari Malaysia, tiba di Jakarta lalu menggunakan bus ke Denpasar. KA mengambil paket kardus bertuliskan Lexus yang berisi narkoba jenis sabu dan ekstasi," ujar Hengky.

KA mengaku baru kali pertama menjadi kurir karena tergoda upah Rp 50 juta untuk mengantarkan barang terlarang itu. Pihak kepolisian belum bisa membeberkan identitas penerima barang yang diantar KA itu guna pengembangan lebih lanjut.

"Kita belum bisa sebutkan kepada siapa paket itu diserahkan. Kita akui bahwa saat ini peredaran narkoba cukup rapi masuk di dalam Lapas. Kemungkinan barang ini juga masuknya ke sana (Lapas)," ucap Hengky.

Pria berusia 33 tahun itu dijerat dengan UU Narkotika. Ancaman hukuman maksimal untuk KA adalah kurungan penjara 15 tahun hingga hukuman mati. 
(Red/FBB/Detik)

Fokusberitabanten.com,Jakarta - Guru Dasrul disiplinkan siswanya yang nakal. Tapi Dasrul malah mendapatkan bogem mentah dari siswa dan orang tuanya hingga tulang hidungnya patah. Kini Dasrul mencari keadilan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Rabu (24/5/2017), Dasrul awalnya menegur siswanya, AS pada Agustus 2016. Tapi AS malah mengumpat dengan kata-kata kotor kepada Dasrul. Guru SMKN 2 Makassar itu lalu mendisiplinkan siswanya tersebut.

Bukannya menuruti arahan gurunya, AS malah mengadukan hal itu ke ayahnya, Adnan Ahmad. Sang ayah naik pitam dan bersama AS mendatangi Dasrul. Tanpa babibu, bogem mentah melayang ke muka Dasrul. Darah pun mengucur dari hidung Dasrul.

"Saya emosi sewaktu mau menanyakan mengapa dia memukul anak saya, saat saya hampiri mukanya kelihatan emosi jadi saya pukul," tutur Adnan.

Dasrul tak terima dengan hal itu dan melaporkan perbuatan AS dan Adnan ke polisi. Suasana semakin panas karena AS dan Adnan ikut melaporkan balik Dasrul. Demo pun muncul di Makassar meminta Dasrul tidak dikriminalisasikan.

Kasus pun bergulir ke pengadilan. AS dan Adnan diadili dalam berkas terpisah. Awalnya Dasrul memaafkan AS sehingga AS tak perlu menjalani proses persidangan.

"Pak Dasrul dengan kebesaran jiwanya telah memaafkan AS, kedua pihak telah menempuh jalan damai, dengan demikian sidang lanjutan pada AS tidak ada lagi, kami berterimakasih dan memohon maaf pada Pak Dasrul dan keluarganya," tutur kuasa hukum AS, Gafur di PN Makassar pada 6 September 2016.

Namun belakangan, maaf itu dicabut sehingga AS tetap harus diadili. Kuasa hukum Dasrul, Aziz Pangeran menyebutkan pembatalan diversi yang dilakukan oleh Dasrul berdasarkan pertimbangan pribadi Dasrul dan keluarganya. Selain itu juga atas masukan pengurus PGRI Sulsel dan rekan sejawat Dasrul di SMKN 2 Makassar.

"Secara pribadi Dasrul telah memaafkan kasus pemukulan muridnya, namun pembatalan diversi ini bertujuan memberikan efek jera bagi pelaku dan pembelajaran bagi siswa-siswa lainnya agar tidak melakukan kekerasan terhadap gurunya," ucap Aziz.

Setelah hampir setahun berlalu, Dasrul kini mencari keadilan ke MK. Bersama guru konseling di SMA Pusaka I Duren Sawit, Jakarta Timur, Hanna Novita Purnama, Hanna meminta UU Perlindungan Anak diberi tafsir tegas sehingga tak jadi pasal karet. Aturan yang dimaksud yaitu Pasal 9 ayat 1a UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal itu disebutkan:

Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama perserta didik dan/atau pihak lain.

Padahal Pasal 14 UU Guru dan Dosen menyatakan:

Dalam melaksanakan tugas, guru berhak memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan penghargaan dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.

Oleh sebab itu, pemohon meminta UU Perlindungan Anak diberikan tafsir yang jelas, tidak multitafsir"Tidak mencakup tindakan guru dan tenaga kependidikan yang sungguh-sungguh memberikan sanksi dan atau hukuman yang bersifat mendidik untuk tujuan pembinaan atau tindakan mendisiplinkan peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru dan peraturan perundangan," papar kuasa hukum Dasrul-Hanna, M Asrun dalam permohonannya.
(Red/FBB/Detik)
FokusBerita, Serang - Dalamrangkaacara UNSERA VAGANZA 2017, KeluargaBesar Mahasiswa FakultasTeknik (KBMFT) UNSERA mengadakan seminar kebangsaan dengan tema “Mengawal Pancasila Guna Mencegah Paham Radikalisme Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Era Keterbukaan Informasi”.Adapun Narasumber dalam seminar kebangsaan ini adalah:
1. H. Mulya Rahmatullah (KetuaYayasan UNSERA)
2. Yhannu Setyawan (Komisioner KIP Republik Indonesia)
3. Sofyan (Komisaris KBS/Aktivis 98)

Kegiatan ini akan di selenggarakan pada Hari Sabtu 29 April 2017 mulaidari jam 08.00 WIB s/d Selesai Bertempat di Audotorium Lantai 6 gedung A Kampus UNSERA, fasilitas yang akan di dapatkan dalam Seminar kebangsaan ini adalah Sertifikat, Snack Dll.

Untuk uang pendaftaran Sebesar Rp.10.000 untukpelajar, mahasiswa dan umum, pendaftaran bisa melalui Stand yang bertempat di gedung A UNSERA atau bisa melalui via transfer BRI Syariah 1018985558 a/n AnggiPermana.
Tunggu apa lagi mari kita kawal pancasila sebagai Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Informasi lebihlanjut bis amenghubungi :
0896-5109-6721 (AgungLaksono)

0896-5112-2056 (Rizal Yunus)
(Red/FBB/ADV)


FokusBerita, Serang - Dalam rangka memperingati hariKartini di indonesia, Ibu Kartini yang merupakan sesosok perempuan yang bersejarah di Indonesia, dan Hari Kartini biasa di peringati di setiap tanngal 21 Bulan April. 
Dalam hal ini komisariat Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) 
Universitas Serang Raya (Unsera) Cabang Serang, menggelar kajian umum dan pembagian bunga serta selembaran kertas agiasi kepada mahasiswi dan dosen disekitar kampus UNSERA untuk mengenang sejarah Kartini. Kamis (20/4/2017)

Hari Kartini merupakan momentum sebagai langkah strategis dalam upaya penyadaran kaum perempuan terhadap akar permasalahan selama ini yang mendera Indoensia, yaknikapitalisme dan Nekolim.

Dalam hal ini Ketua Komisariat GMNI Unsera Mengatakan "Perjuangan prempuan dalam konteks kekinian yaitu perjuangan kelas untuk melawan Kaptalisme-kapitalisme yaitu sebuah sistem yang memproduksi tatanan ekonomi, sosial budaya, politk dan hukum demi melanggengkan kekerasan terhadap perempuan, kekerasan perempuan terjadi karena ada pertentagan kelas antara kelas penguasa dan kelas yang dikuasai," Ujar Bung Syaihl Ihsan,

Selain itu, Hal terpenting adalah Hari Kartini ini harus menjadirefleksi Perempuan Indonesia bahwa kita harus bersama-sama perempuan seluruh Indonesia bahu membahu untuk bisa membangun bangsa Indonesia kedepan. Karena Peranperempuan sebagai Ibu Bangsa dan cita-cita Kartini akan sulit terwujud sepanjang perempuan Indonesia masih mengalami diskiminasi kekerasan dalam berbagai bentuk.

Selain itu Ketua Bidang Kesarinahan Komisariat GMNI UNSERA Sarinah Dian mengatakanPembagian bunga agitasi ini sebagai refleksi hari Kartni agar wanita Indonesia tetap berjuang untuk melawan kekerasan dan disriminasi apapun, perempuan Indonesia bukan hanya mengurusi danbertugas di dapur,"Ungkapnya
(Red/FBB/AJ)

Cilegon - Dalam rangka Menyambut HUT Kota Cilegon yang Ke-18 Fokus Berita Banten Menyelnggarakan Lomba Mewarnai dan Fashion Show tingkat PAUD dan TK sekota Cilegon.

Dalam kegiatan ini bagi kalangan orang tua juga bisa menanamkan jiwa kreatifitas bagi anak-anak semenjak usia dini.

Kegiatan ini Akan di selenggarakan pada hari sabtu tanggal 22 April 2017 brtempat di KR Sport Center Cilegon, mulai dari jam 08:00 WIB sampai dengan selesai.

Akan banyak hadia yang bisa di bawa pulang oleh putra putri bapa ibu, dengan hadia utama sepedah cantik. dan untuk pendaftaran sebesar Rp; 20 Ribu Rupiah.

Informasi pendaftaran Bisa anda Hubungi

Zulis :083813478802
Ihsan :089631747618

(Red/ADV/FBB)