Foto: Hj. Qoidatul Sitta, Anggota DPRD Cilegon dari Fraksi PKS, (Kanan).
CILEGON, BX - Sekolah Dasar (SD) Negeri Masigit 1 yang berlokasi di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang Kota Cilegon kembali terjadi banjir alias menjadi langganan banjir.
Pada tahun 2025, SDN Masigit 1 Cilegon ketika itu terendam banjir dan sempat ramai di media online. Kini kembali terjadi banjir akibat hujan yang mengguyur pada malam hari, Minggu (11/1/2026).
Sementara itu, Hj. Qoidatul Sitta, seorang politisi yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon turun langsung tinjau lokasi banjir yang merendam Sekolah Dasar (SD) Negeri Masigit 1 Cilegon. Akibat banjir tersebut mengganggu aktivitas atau giat belajar mengajar dan membuat siswa serta tenaga pendidik terdampak.
"Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta selaku Sekretaris Komisi 2 dari Fraksi PKS, turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi sekolah dan sekaligus menyerap keluhan atau aspirasi para guru serta warga sekitar," ujarnya kepada wartawan Bantenxpose.com, Senin (12/1/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Hj. Qoidatul Sitta mendapati genangan air masih terlihat di sejumlah titik lingkungan sekolah. Para guru juga mnyampaikan bahwa banjir kerap terjadi disaat hujan deras dan berdampak pada kegiatan belajar mengajar, baik kenyamanan siswa juga fasilitas sekolah.
Hj. Qoidatul Sitta menegaskan bahwa kejadian banjir di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Ia juga mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon segera mengambil langkah konkret dan terkoordinasi untuk mengatasi persoalan banjir di SD Negeri Masigit 1 Cilegon.
“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Jika terus kebanjiran, ini jelas mengganggu proses pendidikan dan harus segera ditangani secara serius,” tegasnya.
Ia menambahkan, hasil peninjauan dan aspirasi dari pihak sekolah akan dibawa ke DPRD untuk ditindaklanjuti bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
"Khususnya dalam pembenahan drainase dan penataan lingkungan sekitar sekolah agar kejadian serupa tidak terus berulang pasalnya demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan," pungkasnya.(*)
Post A Comment: