Momentum Ramadhan 1447 H, Sekolah Dipinta Kurangi Tugas Berat Pelajar Dalam Penguatan Karakter

 


CILEGON, BX - Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah dunia pendidikan di imbau untuk menyesuaikan ritual pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan spiritual dan pembentukan karakter peserta didik, hal tersebut disampaikan drg. Rully Kusumawardani yang menegaskan bahwa telah ada edaran dari kementerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi Rl, agar selama Ramadhan siswa tidak berat kebijakan ini bertujuan memberi ruang bagi para pelajar untuk lebih fokus menjalankan ibadah puasa tanpa meninggalkan kewajiban belajar menurutnya Ramadan justru menjadi momentum strategis bagi sekolah memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan. 

Ia menjelaskan, waktu belajar di sekolah dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pemahaman agama Islam seperti mempelajari sejarah para nabi dan rasul sebagai teladan dalam membentuk tanggung jawab dan keteladanan belajar.

"Selain itu, puasa juga mengandung nilai pendidikan moral yang kuat puasa melatih kejujuran kedisiplinan dan integritas siswa belajar yang mengatur dari makan dan minum sejak diterbit hingga terbenam matahari namun tetap menjalankan kewajiban belajar dan membantu orang tua di rumah," katanya, Kamis (19/3/2026).

Ia menilai, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh ibadah puasa dapat membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia beradab dan memiliki ketentuan moral dampaknya tidak hanya pada investasi akademik tetapi juga pada kualitas kepribadian siswa bagi tenaga pendidik. 

"Ramadhan juga menjadi momen refleksi sekaligus penguatan kapasitas diri guru didorong untuk melatih kesabaran memperluas wawasan keagamaan serta memaksimalkan peran dalam mentransfer ilmu dan menilai moral kepada peserta didik," terangnya.

Lebih lanjut yang memungkinkan sekolah juga diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat. 

"Namun, kegiatan tersebut diharapkan dikemas secara menarik dan menyenangkan sekaligus menggali potensi siswa. Bentuk kegiatannya dapat berupa kultum hingga membaca Alquran dengan tajwid yang benar," jelasnya.

Diharapkan Ramadhan dapat membawa perubahan fundamental dalam lingkungan pendidikan baik bagi pendidik maupun peserta didik, nilai ilmu akhlak dan adab diharapkan dapat terinternalisasi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan penguatan karakter tersebut, belajar di harapkan tidak mudah terpengaruh dampak negatif perkembangan teknologi maupun pergaulan yang kurang sehat di era modern. 

"Ramadhan harus menjadi momentum membangun generasi yang kuat secara moral, berprestasi dan berahlak mulia," pungkasnya.(*)

Axact

BantenXpose.com

BantenXpose.com merupakan media informasi online seputar banten, nasional dan internasional.

Post A Comment: