Wakil Wali Kota Cilegon Ajak Pemuda Tentukan Masa Depan dengan Menjauhi Narkoba

 


CILEGON, BX Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat komitmen dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan generasi muda. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Talkshow Anti Narkoba Bersama Pemuda Kota Cilegon bertajuk “Pemuda Cilegon Bersinar (Bersih dari Narkoba)” sekaligus Pelantikan dan Penyematan Pin P4GN Jawara Anti Narkotika 2026 Cilegon di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa, 21 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar mengajak para pemuda untuk menyadari bahwa masa depan ditentukan oleh pilihan-pilihan kecil yang dilakukan setiap hari, termasuk keputusan untuk menjauhi narkotika dan lingkungan yang dapat membawa pengaruh buruk. “Kalau kita bicara narkoba, kebanyakan orang hanya berpikir bahayanya karena barang haram dan ada konsekuensi hukum. Tetapi saya ingin menyampaikan bahwa masa depan kita ditentukan dari keputusan-keputusan kecil setiap harinya, termasuk memilih untuk tidak menggunakan hal-hal yang bisa menghancurkan masa depan kita,” ujar Fajar.

Menurutnya, pembangunan kota dan kemajuan industri dapat diwujudkan melalui perencanaan, investasi, infrastruktur, serta sumber daya manusia. Namun, karakter dan masa depan generasi muda tidak akan pernah dibangun melalui penyalahgunaan narkotika. “Kalau di Kota Cilegon kita bicara industri, kota bisa dibangun dengan uang dan perencanaan yang baik. Tetapi tidak ada karakter yang baik dibangun dengan narkoba. Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Fajar juga mengingatkan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya berkaitan dengan zat terlarang, tetapi juga bagaimana generasi muda memiliki ketahanan diri terhadap berbagai kebiasaan dan budaya instan yang dapat merusak pola pikir serta masa depan.

Ia meminta para pemuda untuk memperkuat iman, karakter, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap jenjang pendidikan dan lingkungan baru akan menghadirkan tantangan tersendiri sehingga generasi muda harus mampu memilih lingkungan yang baik. “Ketika kalian nanti melanjutkan pendidikan, mungkin kuliah di luar kota atau di luar pulau, pasti akan ada cobaan. Pesan saya, hindari lingkungan yang tidak baik untuk masa depan kalian. Kita tidak hanya berbicara tentang narkoba, tetapi juga tentang pilihan-pilihan dalam hidup yang menentukan masa depan,” katanya.

Fajar menegaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia mengajak para peserta untuk tidak hanya meniru penampilan seseorang, tetapi meneladani nilai-nilai kebaikan dan karakter positif. “Yang wajib kalian tiru adalah kebaikan dari seseorang, jangan hanya sampulnya saja,” pesannya.

Lebih lanjut, Fajar mengapresiasi BNN Kota Cilegon serta Jawara Anti Narkotika yang secara konsisten memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, ia berharap Pemerintah juga bisa memperkuat peran untuk pencegahan tersebut. "Kami berharap seluruh unsur Pemerintah Kota Cilegon dapat semakin memperkuat peran dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, edukasi tentang bahaya narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung kalangan pelajar serta pemuda," tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BNN Kota Cilegon, Septianka Dwi Setyo Utomo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, literasi digital, dan pemberdayaan generasi muda.

Ia mengatakan, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila generasi penerus kehilangan kualitas, karakter, dan masa depan akibat penyalahgunaan narkoba. “Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita besar bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan sejahtera. Namun cita-cita tersebut tidak akan tercapai apabila generasi penerus kita kehilangan kualitas, kehilangan karakter, dan kehilangan masa depan akibat penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Setyo menambahkan, membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat bukan hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, teknologi, maupun ekonomi, tetapi juga memastikan generasi muda memiliki ketahanan diri, karakter yang kuat, serta lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman narkotika.

Menurutnya, berdasarkan hasil survei nasional penyalahgunaan narkotika tahun 2025, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia berada di angka sekitar 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta orang pada kelompok usia 15 hingga 64 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkoba masih nyata dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. “Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan terhadap jaringan narkotika. Kita harus memperkuat sisi pencegahan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta membangun lingkungan yang mampu melindungi generasi muda,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Ahmad Tegar Irwansyah, mengatakan kegiatan Talkshow Pemuda Cilegon Bersinar digagas sebagai ruang diskusi interaktif bagi para pemuda untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. “Kami berharap pemuda di Cilegon bisa menjadi pemuda yang bersinar dan membawa dampak positif bagi Kota Cilegon. Mari kita bersama-sama mewujudkan Cilegon yang lebih maju dan bersih narkoba,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diisi dengan talkshow dan diskusi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika serta literasi digital. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pelantikan dan penyematan Pin P4GN Jawara Anti Narkotika 2026 Cilegon sebagai bentuk penguatan peran pemuda dalam mengedukasi masyarakat serta mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Cilegon.(*)
Axact

BantenXpose.com

BantenXpose.com merupakan media informasi online seputar banten, nasional dan internasional.

Post A Comment: