CILEGON, BX - Warga Link. Palas RW 01, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon menggelar Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah dengan tradisi Dzikir dan Panjang Maulid Minggu (23/8/2026).
"Alhamdulillah masyarakat Link. Palas masih terus antusias untuk membuat Panjang Maulid setiap tahunnya untuk memperingati dan merayakan Hari Istimewa kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW," kata Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Link Palas, Darwin.
Darwin menjelaskan esensi dari perayaan maulid ini selain tradisi dari para leluhur, juga sebagai bentuk ekspresi kecintaan warga Link. Palas terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW. Di mana dalam setiap pelaksanaannya, warga dengan suka rela memberikan materi, pikiran dan meluangkan waktunya untuk membuat Panjang Maulid di hari perayaan dilaksanakan serta mengundang ratusan pedzikir dari kampung lain.
Menurutnya, dalam tradisi keagamaan ini juga bisa mempererat jalinan silaturahmi, baik antar sesama warga Link. Palas maupun dengan warga lingkungan lain yang diundang untuk berdzikir dari pagi hingga siang atau ba'da Dzuhur. Adapun dzikir yang dilantunkan berupa puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW yang dikutip dari Kitab Barjanzi dan Burdah.
"Bukan hanya sekedar menjaga tradisi yang diwariskan oleh leluhur kami, inilah bentuk kecintaan warga Palas kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dengan memperingati hari kelahiran beliau dengan suka cita," terangnya.
"Dan maulid ini juga sebagai momentum untuk terus meneladani akhlakul karimah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Semoga membawa keberkahan dari Allah SWT dan mendapatkan syafaat Baginda Nabi SAW," sambungnya.
Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Link Palas, Ustadz Sofari menambahkan, untuk pedzikir yang diundang dalam perayaan Maulid Nabi tahun ini, dari Link. Cikerut, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon dan pedzikir dari Kampung Jelumprit, Waringin Kurung Serang.
"Kurang lebih 350 Pedzikir. Ya kita saling mengundang pedzikir, ini bagian dari siaturahmu tradisi maulid yang sudah turun menurun dan dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Cilegon dan Serang. Biasanya pedzikir dari Link. Palas yang gantian diundang pada perayaan maulid tahun berikutnya," ujarnya.
Ustadz Sofari juga mengatakan, dalam panjang maulid yang dibuat berupa seni rupa miniatur baik dalam bentuk Masjid, Ka'bah, Perahu dan sebagainya yang dihias dengan daya kreativitas masyarakat.
"Telur diberi gagang dari bambu panjang dan dihias, mungkin itu awal mula disebut panjang. Dan seiring berjalannya waktu bentuk terus berkembang. Selain membuat panjang, warga juga membuat masakan tradisional seperti bakakak ayam, sate bandeng, rabeg, kue gembleng, apem, dan kue khas lainnya untuk mengirim ke saudara, kerabatnya. Begitu juga dengan panitia menyiapkan ratusan bekakak ayam sebagai lauk istimewa untuk para pedzikir," terangnya.
"Selepas waktu Dzuhur panjang dikumpulkan di masjid dan setelah dzikir penutup dan do'a puncak acara berupa panjang yang dibuat warga ini kemudian diiring untuk diberikan kepada para ratusan pedzikir," imbuhnya.
Selain berharap keberkahan dan syafa'at, warga Palas juga berharap tradisi panjang maulid ini bisa terus dilesatarikan hingga akhir zaman. (*/red)
#Keagamaan

Post A Comment: