Fokusberita, Serang - Banyak Pedagang daging sapi di Pasar Induk Rau (PIR) mengeluh lantaran penjualan mereka menurun‎. Hal itu di keluhkan salah satu pedagang asal Taktakan, Kota Serang-Banten. Pendi (45), mengaku Omset penjualan daging sapi menurun karena banyak pelanggan yang sudah tidak membeli di PIR.

"Sekarang pembeli sudah mulai sepi, karena pelanggan sekarang lebih membeli di tempat yang praktis, maka dari itu saya cuman bisa menunggu dan bersabar menunggu pembeli yang datang." Ungkap pendi pada saat ditemui pasar induk rau kepada fokusberitabanten.com Rabu (25/08)

Selain pelanggan yang sepi, Pendi, keluhkan harga daging dari pusat yang dikenakan 95 ribu perkilonya, tapi untuk harga standar penjualan daging di pasar hanya 100 ribu, dan keuntungan dari pedagang cuman sedikit, di tambah lagi sekarang pembeli daging mulai berkurang. 

"Sekarang aja kita jual daging untuk harga standar pasar perkilonya hanya 100 ribu, kan kita merasa rugi, mending kalo pembeli di pasar meningkat, tidak jadi masalah dari kita untuk menjual lebih murah. Saya saja sekarang menjual daging seala kadarnya saja, seusai omset pengeluaran perharinya." Ujarnya 

Dengan hasil penjualan yang tidak sesuai. Pendi berharap agar Pemerintah lebih bisa mempertimbangkan harga daging untuk yang melambung.

"Saya berharap, untuk Pemerintah agar bisa lebih meringankan beban kita , bisa diliat sendiri pembeli sekarang lebih beralih tempat yang lebih praktis dan murah, maka dari itu coba lah diliat juga masyarakat kecil ini." Harapnya (Red/Andreas)
Axact

BantenXpose.com

BantenXpose.com merupakan media informasi online seputar banten, nasional dan internasional.

Post A Comment: