Fokusberita, Serang – Sub Drive Bulog Kota Serang menerima pembelian harga beras raskin sebesar Rp 7.200 perkilo dari Gabungan kelompok tani (Gapoktan), sedangkan dari Intruksi Presiden (Inpeksi) harga pembelian besar raskin harus sebesar Rp 7.300. Hal itu tertera pada Inpeksi No 5 Tahun 2015, tentang kebijakan pengadaan gabah atau beras dan penyaluran beras oleh pemerintah.

Kepala Sub Drive Bulog Serang, Sri Handayani mengakui, bahwa memang benar harga beras yang harus dibeli dari dari Bulog kepada Gapoktan dihargain Rp 7.300 perkilonya, karena itu sudah menjadi peraturan dari pada Inpeksi.
“Tapi mau gmna lagi, kita juga kan tidak bisa menolak yang harganya Rp 7.200 perkilonya. Karena kita juga butuh beras raskin dengan cepat untuk penyaluran kepada masyarakat,” kata Sri kepada FBB pada saat ditemui diruang kerjanya, Kamis(11/8).
Lanjutnya, dari harga beras yang sebesar Rp 7.200 masih sisa 100 perak, dan itu juga dibagi-bagi untuk pengerjaanya. “Pertama untuk petukang yang mengakut beras sebesar 30 perak, dan untuk pengelolan sebesar 15 perak. Sisanya untuk kebutuhan yang lainya,” jelasnya.
Kemudian dalam hal harga pembeliaan beras raskin sendiri, masih kata Sri, semua anggaran untuk pembeliaan raskin tersebut tidak ada yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Tapi semuanya dipakai sebagai kebutuhan yang diperlukan.

“Karena kita tidak ada anggaran untuk produksi dan membayar tukang. Makanya anggaran Rp 7.300 menjadi Rp 7.200, karena 100 peraknya untuk kebutuhan yang diperlukan,” tegasnya dengan nada datar.
Sementara itu, hal tersebut pun dikeluhkan oleh para Gapoktan Kabupaten Serang. Karena mereka tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Oleh sebab itu, ia berharap harganya dapat disesuaikan dengan Peraturan Presiden.

“Seharusnya mah jangan dipotong-potong gituh dong, karena kita juga keuntunganya hanya 50 perak saja dari perkilonya. Jangan berkurang begitu dong,” ujar salah satu Gapoktan Kecamatan Pontang yang enggan menyebutkan namanya.
 (Red/Andreas).
Axact

BantenXpose.com

BantenXpose.com merupakan media informasi online seputar banten, nasional dan internasional.

Post A Comment: