Fokusberita, Cilegon - Isu yang beredar adanya pungutan liar (pungli) di dinas pendidikan kota Cilegon langsung mengumpulkan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (16/01)

Pengumpulan para guru tersebut diduga terkait adanya pungutan liar (Pungli) sebesar oleh oknum dindik.
Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Aula Dindik Cilegon itu diikuti ratusan guru. Karena tidak bisa menampung seluruh guru, akhirnya kegiatan dilaksanakan tiga gelombang.

Para guru mendapatkan sosialisasi dari Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gojali. Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa Dindik bakal mengembalikan uang yang dipungut kepada para guru.

Muhtar mengaku, pihaknya sengaja mengumpulkan para guru PAUD untuk mengklarifikasi terkait adanya dugaan pungli kepada para guru.

“Kami tegaskan tidak ada pungutan apapun. Guru menerima honor secara penuh. Atas kejadian yang tidak mengenakan ini kami Dindik Cilegon meminta maaf. Kami akan kembali uang tersebut kepada para guru PAUD seluruhnya,” ungkap muhtar saat di wawancarai di ruang kerja dinas pendidikan kota Cilegon 

Muhtar juga menambahkan pihaknya sudah menelusuri terkait adanya informasi adanya pungutan kepada para guru. Menurutnya, hal tersebut hanya terjadi salah komunikasi saja di tingkat pimpinan cabang (PC).

“Setelah saya oret-oret hanya sekitar Rp100.000. Ini semua akan kita kembalikan. Nanti kita salurkan ke setiap PC agar dikembalikan kepada para guru PAUD,” ujarnya.
(Red/FBB/01)
Axact

BantenXpose.com

BantenXpose.com merupakan media informasi online seputar banten, nasional dan internasional.

Post A Comment: