Kepala Bidang Penanaman Modal pada DPMPTSP Kabupaten Serang, Wawan mengatakan, bahwa jika dilihat dari capaian realisasi investasi di 2016 lalu secara kesuluruhan melampaui target. Dimana dari target investasi secara keseluruhan senilai Rp 4,6 triliun, terealisasi Rp5,7 triliun.
“Tertinggi realisasinya dari PMA, targetnya Rp 2,1 triliun, dan terealisasi Rp 4,3 triliun, sedangkan untuk PMDN dari target Rp 2,4 triliun hanya mampu mencapai Rp 1,4 triliun. PMDN ini peminatnya kurang, karena memang biasanya PMDN ini perusahaan menengah kebawah,” kata Wawan saat ditemui diruang kerjanya.
Sedangkan untuk realisasi investasi periode 01 Janynari- 31 Maret tahun 2017, kata dia investasi PMA dari target Rp 4,427,114,224,500 baru terealisasi Rp 1,862,177,850,000 atau 43,06 persen terdiri dari 7 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1,122 orang.
Kemudian untuk PMDN pada periode yang sama dari target Rp 1,474,026,551,000 baru terealisasi Rp 623,310,200,000 atau 42,29 yang terdiri 11 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 1,600 orang.
“Jadi total PMA dan PMDN semuanya ada sebanyak 18 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 2,722 orang yang didominasi wilayah Serang timur. Targetnya Rp 5,901,140,735,550, terealisasi Rp 2,485,488,050,000 atau 42,12 persen. Tapi kita optimis tercapai,” tuturnya.
Apalagi, kata dia, jika interchange segera diresmikan, tentunya akan berdampak luar biasa terhadap investasi di Kabupaten Serang. “Kalau melihat perkembangan cukup menjanjikan, di Banten ini kan wilayah Kabupaten Serang yang cukup potensial, karena wilayah lain seperti tangerang kan sudah tidak di izinkan terus Kota Cilegon sudah tidak memiliki lahan,” katanya.
Disinggung mengenai banyaknya perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA), ia sudah mengimbau terhadap perusahaan saat mengurus izin agar lebih mengutamakan pekerja lokal. Terkecuali, kata dia untuk tenaga ahli. “Pada saat kita melakukan rapat dengan para investor yang mengajukan izin ke kita, kita sampaikan bersama-sama dengan OPD yang kita undang, bahwa sepanjang masih ada tenaga kerja dari lokal kita manfaatkan dari lokal, tapi untuk tenaga kerja tertentu seperti tenaga ahli kita melihat potensi yang ada, kalau memang tidak ada kita mempersialahkan perusahaan merekrut dari mana saja,” ujarnya.
(Red/FBB/LB)

Post A Comment: