CILEGON, BX - Dipertengahan Ramadhan 1447 H, para warga di berbagai wilayah disibukkan dengan kegiatan memasak ketupat bahkan ada yang order ketupat. Biasanya dilakukan pada hari ke-15 Puasa Ramadhan dan juga pada Hari Raya.
Bukan hanya sekedar Opor dan Ketupat Sayur, tradisi itu dikenal dengan istilah Qunutan atau Kupat Qunutan. Bahkan ketupat-ketupat yang sudah matang dibawa ke masing-masing pemesan untuk persiapan menjelang Shalat Tarawih dan kemudian dibagikan kembali kepada jemaah usai shalat tarawih tersebut (riungan).
Unik dan beragamnya, ada yang hanya membawa ketupat tanpa ada sayur ataupun ada juga yang membawa lauk lainnya seperti opor ayam dan sayur ketupat.
Salah seorang Pedagang Online (COD) atau pedagang Ketupat, Lepet dan Lontong bernama Ida Fitrida wanita yang akrab disapa Teh Ida alias Mamah Zahra itu, berlogo 'JAJANAN MAMAH AZZAHRA' adalah seorang warga Jombang Kali RW 08, Kelurahan Masigit, Cilegon, Banten.
Seperti biasanya, setiap menjelang Qunutan atau jelang Hari Raya 'Jajanan Mamah Azzahra' sang penjual Ketupat di Jombang Kali Kota Cilegon ini alhamdulillah banjir pesanan.
"Untuk satu ikat ketupat (10 Pcs) dijual Rp 35.000, Lepet satu ikat (10 Pcs) Rp. 35.000 dengan isi sepuluh, dan Lontong 1 Pcs Rp. 3000, alhamdulillah sebanyak 300 Ketupat, 270 Lepet, 70 Lontong ludes tanpa tersisa," ujar lda Fitrida, Kamis (15/3/2026).
Pembuatan ketupat dalam merayakan malam Qunut sebagai tanda pertengahan di bulan Ramadhan dan Hari Raya, warga menggunakan kelontong ketupat alias janur.(*)


Post A Comment: