Articles by "Budaya"
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan


BantenXpose,Cilegon -  Kota Cilegon-Banten-Indonesia, menjadi lokasi bagi ajang silaturahmi ribuan pendekar nusantara dan mancanegara dalam acara Golok Day Festival 2018.(6/5/2018),

Golok Day Festival merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh keluarga besar Pendekar Kota Cilegon di bawah wadah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Himpunan Peguron Persilatan Banten (HPPB) Kota Cilegon.

Dengan mengusung semangat menjalin silaturahmi, menjaga tradisi, dan melestarikan budaya, Golok Day Festival ke 4 ini menjadi magnet dan pemikat bagi para pendekar yang datang dari 22 kabupaten/kota di Indonesia (cilegon, kab/kota serang, kab pandeglang, kab lebak, kota/kab tangerang, kota tangsel, jakarta, bekasi, karawang, purwakarta, cirebon, palimanan, kota/kab bogor, depok, sukabumi, garut, kota/kab bandung dan lampung), juga di hadiri oleh pendekar berbagai negara, yaitu Swiss, Prancis, Belanda, Ukraina, Uzbekistan dan Amerika, 

Dimulai dengan pawai budaya yang diikuti oleh lebih 3.000 pendekar dari lintas peguron/padepokan dilepas jam 08.00 WIB di jalan utama Kota Cilegon depan Masjid Agung Cilegon.
Para pendekar peserta pawai sangat antusias mengikuti acara pawai pendekar menyusuri jalan protokol Kota Cilegon menuju alun-alun kebanggaan masyarakat Cilegon.
Di barisan pertama adalah Golok Besar Cilegon yang dibuat oleh Abah Jamhari Sakti dengan ukuran 6 meter dan berat 600 kg. Dikawal oleh 8 pendekar pengawal golok dan mobil rampak. Di barisan kedua adalah para pendekar dari negara sahabat dan keluarga besar padepokan kasundan/panglipur dan pendekar dari luar wilayah cilegon. Di barisan ketiga menyusul para pendekar kota dari kota cilegon dan di barisan terakhir adalah barisan pendekar dari masyarakat pera pencinta dan pelestari budaya.

Melewati landmark kebanggaan Kota Cilegon para peguron melakukan atraksi yang memukau masyarakat. Diantaranya adalah Dari Seni Golok Indonesia (SGI) dgn 300 peserta melakukan atraksi bergolok dan membawa motor harley, dari Forum Lintas yang turun lebih dari 300 pendekar tampil esentrik juga mobil hias bergolok, setia hati melakukan atraksi silat, debus dan kekuatan, peguron terumbu yang membawa lebih dari 300 pesilat dan anak didik sekolah, setia hati dgn 200 pendekar nya dan masih banyak lagi.

Pembukaan Golok Day Festival 2018 di laksanakan jam 10.00 WIB di arena  Cilegon Expo 2018.
Dihadiri lebih dari 5000 pasang mata, kegiatan ini dibuka oleh Walikota Cilegon serta di hadiri oleh para guru besar pendekar Nusantara.
Dalam kesempatan ini, panitia menganugerahkan Golok Day Award diberikan kepada Kementerian Pariwisata, Telkomsel dan PB IPSI, Padepokan Kasundan/Panglipur dan Gaido Group selaku pendukung kegiatan.
Selain itu juga Golok Day Award diberikan kepada tiga serangkai juru kunci penjaga Golok Ciomas dan Mpu Amas Sambas atas dedikasi nya melestarikan dan menjaga warisan budaya golok.

Para guru besar lintas padepokan/perguruan menampilkan beragam jurus golok nya menyuguhkan penampilan yang berbeda. Tampil memukau bintang tamu golok day festival yaitu kang Cecep A Rahman, aktor laga dunia beserta pendekar Negara Sahabat. Juga tampil pendekar dengan keterbatasan khusus dari SKH Panglipur Tangerang. 

Rangkaian acara selanjut nya adalah festival pencak silat yang diikuti oleh 40 peserta dari Indonesia.
Dan dalam kegiatan festival pencak silat nusantara, piala bergilir Golok Day Festival 2018 jatuh ke Padepokan Sima Tantra Gede Nitis Kabupaten Bogor

Berikut Daftar Juara Festival Pencak Silat Nusantara :

1. Sima Tantra Gede Nitis Kab. Bogor
2. Padepokan Putra Kusuma Pandeglang
3. Sinar Pusaka Putra Banten Anyer, Kab. Serang

Harapan 1: Panglipur Cakra Sejati, Kab Lebak
Harapan 2: Kelelawar Sakti Ciherang, Pandeglang
Harapan 3: Panglipur Jagat Tangerang Selatan

Kategori Festival Gendang Patingtung
1. Kec Citangkil
2. Kec Cibeber
3. Kec Pulomerak

Tidak jauh dari panggung utama saat acara Golok Day Festival, di aula sekda cilegon dilaksanakan Seminar Golok Nasional dan Inspiring Cecep Arief Rahman.
Tercatat, sebanyak 157 peserta mengikuti dengan seksama kegiatan ini dengan nara sumber terdiri dari Tiga Serangkai Juru Kunci Penjaga Golok Nasional, Mpu Amas Samba dan Mpu Jajang praktisi pembuat golok legendaris, Abah Jamhari Sakti pembuat Golok Cilegon dan kang Cecep Arief Rahman.

Pameran Pusaka Nusantara menghadirkan Pusaka dari museum Prabu Siliwangi dan beragam Golok Nusantara, Golok Cilegon, Pusaka Kujang Prabu Siliwangi. Kujang yang berasal dari abad ke 13 ini merupakan salah satu dari 3 kujang yang dibuat pertama kali oleh prabu siliwangi. Hadir langsung keturunan Ke 17 Prabu Siliwangi Dr. KH Fajar Laksana.

Konten baru di Golok Day Festival 2018 adalah ajang Cilegon Golok Competition. Ajang pendekar unjuk keahlian menggunakan golok dengan melakukan 3 tantangan dengan khas tradisional yaitu membelah dugan (kelapa), membelah bambu menjadi 8 bagian dan menajamkan kayu. Kompetisi ini diikuti oleh 26 peserta dari 8 daerah yaitu Cilegon, Serang, Bogor, Karawang, Tangerang, Lebak, Bekasi dan Bandung.
Adapun pemenang dari acara Cilegon Golok Competition :

1. Putra Padjajaran
2. Sulangkar Banten
3. Badak Banten

Golok Day Festival 2018, sejak pagi sampai dengan jam 23.00 WIB, setidaknya di hadiri oleh lebih dari 5.000 pendekar nusantara dan disaksikan oleh lebih dari 10.000 masyarakat umum.

Muharman Kotto, Ketua IPSI Kota Cilegon, selaku penyelenggara Kegiatan Golok Day Festival 2018 menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besar nya kepada para guru besar dan pendekar/padepokan dari seluruh nusantara yang telah berkenan hadir di acara Golok Day Festival 2018. "Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelayanan. Khusus nya kami ucapkan maaf kepada beberapa peguron/padepokan yang tidak sempat ditampilkan di acara pentas seni silat golok para guru besar dikarenakan panas ektrim yang melanda saat itu dan juga waktu telah memasuki persiapan festival pencak silat. Dari panitia berupaya telah menghubungi para peguron/padepokan agar mengganti waktu tampil dimalam hari nya," ungkapnya, Minggu (13/5/2018).

Muharman menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan evalusi internal pelaksanaan golok day festival termasuk juga beberapa masukan dari para pendekar yang ikut.

"Insyaa Allah, ini akan menjadi catatan khusus bagi kami untuk golok day festival 2019," ucapnya.

Abah Jamhari Sakti, Ketua Himpunan Peguron Persilatan Banten (HPPB) merasa haru dan bangga atas tingginya antusias masyarakat dan pendekar yang ikut mensukseskan golok day festival tahun ini.

Cilegon, FBB - Seminar Golok Nasional dan Inspiring Kang Cecep Arif Rahman, menjadi salah satu agenda di Festival Golok Day 2018. Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber seperti Pesilat, Pembuat Golok atau Senjata serta Kang Cecep Arif Rahman sebagai pesilat Indonesia yang menjadi aktor laga dunia.

Saat Seminar Golok Nasional Kang Cecep Arif Rahman mengungkapkan, dirinya ditawarkan untuk bermain film sudah cukup lama, tapi ia tidak bisa ambil dikarenakan ada kesibukan lain. Namun saat ada tawaran kembali dan waktunya bisa menyesuaikan dengan jadwalnya, maka ia terima.

"Tawaran bermain film laga sudah ada termasuk The Raid 1, karena waktu itu saya baru diangkat jadi guru masa saya tinggal. Di the raid 2 ditawarkan lagi, dan dipersilahkan untuk cari waktu yang bisa. Karena kebetulan libur sekolah, akhirnya saya terima." Ungkapnya pada Minggu, 6 Mei 2018.

Ditempat yang sama tokoh pesilat Cilegon Abah Jamhari mengungkapkan, sosok Kang Cecep ini memang pantas menjadi inspirasi dan ia tak pernah mendengar Kang Cecep mencela orang lain.

"Pendekar yang hebat harus bisa menjaga lisan, contoh kang cecep ini yang sudah mendunia tapi tidak pernah mencela." Ucapnya.

Ia juga berterimakasih kepada Panitia dan Pemerintahan Kota Cilegon khususnya Dinas Pariwisata dan Budaya, karena Golok Day 2018 bisa menjadi tempat silaturahmi, dengan harapan para pendekar bisa saling menginspirasi serta mengerti kekurangan sesama pendekar.

"Pendekar yang hebat adalah yang selalu bersilaturahmi, seperti pada kesempatan hari ini di Golok Day yang memberikan banyak dampak yang baik." Ucapnya.

(RED/FBB/A.Laksono)


Cilegon Ethnic Carnival (CEC) 2018 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Budaya (DISPARBUD) Kota Cilegon, telah selesai diselanggarakan pada Sabtu, 28 April 2018. Dengan tema Ethnic Multi Cultural In Harmony, CEC 2018 mendapat sambutan dan antusias yang baik dari masyarakat atau wisatawan yang telah hadir.

Usai acara Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Cilegon Hari Mardiana mengatakan, Sukses atau tidaknya suatu event yang menikmati dan menilai masyarakat, Disparbud telah melakukan secara maksimal. Dengan tujuan masyarakat tidak kecewa dengan event digelar Disparbud Cilegon, CEC 2018 ini pun kami coba dengan konsep Night Carnival.

"Kenapa kita adakan ini di malam hari, karena kita coba ada beberapa hal baru. Seperti kita lihat ada peresmian alun-alun, dengan keunikan air mancurnya. Itu salah satu alasan untuk konsep ini." Ucap Hari, Pada (28/April/2018)

Konsep Night Carnival ini merupakan hasil dari evaluasi 2017, ataupun hasil evaluasi lainnya seperti barikade pagar untuk masyarakat menonton yang semakin panjang dari CEC 2017.

"CEC Tahun 2018 ini barikade yang telah dipersiapkan jebol, karena kami tidak bisa menahan banyaknya masyarakat. Tapi itu suatu hal yang menjadi kebanggan, karena bukti semangat dan antusiasnya masyarakat." Ucap Kadis Disparbud Cilegon.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbud Cilegon Nelly Evalinda mengatakan, bersyukur atas antusiasnya masyarakat dengan inovasi baru Night Carnaval, untuk CEC 2018. Dan berharap Tahun depan CEC bisa lebih dikenal masyarakat lebih luas, tidak hanya Cilegon atau Banten tapi Nasional.

"Evaluasi sementaranya sih, karena saya belum ke Rumah Dinas. Di panggung utama ini atau titik start, antusias masyarakat ga bisa dibendung. Kita berusaha border biar rapih bagus, tapi bisa dijebol masyarakat." Ucap Nelly.

(RED/FBB/A.Laksono)

FBB, Cilegon - Dalam rangkaian acara di Bulan Kunjungan Wisata Tahun 2018, Dinas Pariwisata dan Budaya (DISPARBUD) kota Cilegon berharap masyarakat lebih peduli dengan event yang diselenggarakan di Kota Cilegon dan meminta maaf bila masyarakat sedikit terganggu dalam beraktifitas.

Melalui kepala Bidang Pariwisata DISPARBUD Cilegon Nelly Evandari mengatakan, pada Bulan April-Mei 2018 di kota Cilegon akan diselenggarakan beberapa event seperti Sail Krakatau, Golok Day, Cilegon Ethnic Carnival atau event lainnya. Untuk memajukan wisata dan budaya di Cilegon, seluruh elemen harus bahu-membahu serta sedikit berkorban.

"Di beberapa ruas jalan dan depan toko telah kami pasang himbauan, walaupun belum semuanya. Sehingga saat event berlangsung para pengguna jalan dan pemilik toko bisa mengerti. Apalagi seperti Cilegon Ethnic Carnaval (CEC), yang merupakan event Tahunan untuk menyambut HUT Kota Cilegon." Ungkap bu nelly, saat diwawancarai pada Selasa, (24/April/2018)

Di CEC 2018 ini ada tantangan tersendiri bagi DISPARBUD, karena CEC berlangsung dimalam hari. Banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah, seperti rekayasa lalu lintas serta para pembuat costum ditantang untuk membuat costum yang cetar atau Glow In The Dark.

"Kami menerima saran kritikan yang masuk, untuk dijadikan evaluasi diacara selanjutnya. Dan kami berharap Bulan Kunjungan Wisata bisa menjadi pendongkrak perekonomian bagi masyarakat, serta event-event disini menjadi Event tahunan skala Nasional bahkan Go Internasional." Ucap wanita yang kerap dipanggil Bundo.

"Prinsip hidup saya kerja keras, kerja ikhlas. Mimpi apapun bisa diwujudkan asal mau kerja keras, dan akan berjalan sukses atau besar bukan karena satu orang tapi karena kerjasama tim." Ucapnya.

(RED/FBB/A.Laksono)


FBB, Cilegon  -  Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) kota Cilegon menggelar Konfrensi Pers Bulan Kunjungan Wisata dan Pengukuhan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Cilegon 2018, Pada Kamis, (19/4/2018).

Kepala Dinas Disparbud Kota Cilegon Heri Mardiyana Mengatakan, dengan potensi wisata dari sumber daya alam di Cilegon yang minim tidak membuat Disparbud putus asa dan berharap masyarakat Cilegon pun terus inovatif, sehingga bisa memunculkan pariwisata-pariwisata baru dan unik di Cilegon.

"Kita sebagai warga Cilegon harus punya terobosan, dan DISBUDPAR akan membantu sehingga hasilnya maksimal. Salah satunya kampung wisata di Cikerai, disana pada tahun 2017 telah kami berikan sosialisasi serta sudah kami komunikasikan dengan beberapa dinas lain yang terkait." Ucap Heri saat Konfrensi Pers Bulan Kunjungan Wisata di Bamboo's Cafe Hotel SKI Cilegon.

Sementara itu Kepala Disparbud Provinsi Banten Bu Eneng Mengatakan, dalam membangun pariwisata semua harus saling membantu dan saling membesarkan. Di Cilegon kita harus melihat potensi dan peluang walaupun dengan sumber daya alam yang minim, untuk sumber kesejahteraan bagi masyarakat.

"Pariwisata dan budaya seharusnya mensejahtrakan. Seperti saat saya berkunjung di kampung lukis, membangun obyek wisata itu harus ada orang gilanya, gila ide dan gila semangatnya." Ucap bu Eneng.

(Red/FBB/A.Laksono)