Fokusberita,Banten-Banten ditahun 2016, merupakan dimana bisa dibilang
tahun politik dan di provinsi Banten pada tahun 2017,mendatang akan melakukan
pesta demokrasi (PILGUB). Dalam konstetasi politik pada era sekarang akan
membutuhkan biaya yang begitu mahal, maka perlulah modal yang banyak, bagi para
incumbent dan calon yang mempunyai kerabat kepala daerah tentunya ini perlu di
awasi oleh civ Socoaty maupun penegak hukum.
Karena tidak bisa dipungkirii pembajakan APBD pasti ada, karena
mengacu pada tahun sebelumnya seorang calon incumbent ataupun yang mempunyai
kekerabatan terhadap kepala daerah menggunakan uang rakyat dijadikan modal
politik, sebagai contoh bagaimana HIBAH BANSOS yang melambung tinggi menjelang
Pilkada, proyek insfrastrutuk yang bersifat insidentad.
Pada tahun sekarang provinsi Banten kedatangan tamu terhormat
dari Kuningan Jakarta yaitu KPK, ini bisa kita sebut sebagai angin segar bagi
para penggiat anti korupsi di Banten. Kedatangan KPK kebanten bukan tanpa
alasan tertentu, mengingat Banten masuk dalam kategori 6 (enam) daerah zona
merah korupsi versi KPK.
Namun lagi-lagi kehadiran KPK kebanten tidak di iringi dengan
perubahan yang signifikan, melihat hari ini belum ada tindakan yang bida
membuat rakyat Banten tersenyum, ada apa dengan KPK.???
Padahal termasuk daerah rawan korupsi namun ini semenjak KPK
berkantor dibanten belum ada penangkapan terhadap Bandi-bandit APBD. Belum lagi
hari ini adalah tahun politik tentunya APBD rawan disalah gunakan oleh para
calon kepala daerah untuk kepentingan politik, maka di perlukanya pengawalan
secara maksimal agar uang rakyat bisa kembali kepada rakyat, maka dari itu kita
dari Komunitas Soedirman 30 mendesak kepada KPK tangkap dan seret para
pembacakan ABPD (Andreas)
Post A Comment: