Fokusberita, Cilegon - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam melaksanakan pembongkaran terhadap sejumlah bangunan yang dianggap liar di Lingkungan Cikuasa Atas dan Keramat Raya, menimbulkan banyak dampak yang salah satunya menyangkut soal pendidikan bagi anak-anak yang tempat tinggalnya dibongkar. Timbul kekhawatiran dibenak orang tua dan anak-anak pasca dilaksanakannya pembongkaran mereka akan sulit mendapatkan tempat tinggal dan sekolah baru.

 "Saya dari kemarin sudah nyari tempat tinggal baru, mulai dari kontrakan, kost-kostan, tapi semuanya menolak karena mereka menganggap kami ini orang gak bener. Dibilang pekerja maksiatlah, mantan waremlah. Kalau seperti ini kondisinya bagaimana bisa kami melanjutkan hidup, bagaimana nasib anak-anak kami, sekolahnya, masa depannya," ujar Wiwin (bukan nama sebenarnya).

Sementara Wawan (nama samaran), warga lain yang ditemui, Rabu (10/08/2016) 
merasakan kekhawatiran yang sama dengan Wiwin, ibunya. "Takut gak bisa sekolah, takut di ejek sama teman-teman. Disekolah yang sekarang saja, beberapa teman menganggap saya anak hina. Saya takut kalau pindah sekolah akan mengalami hal yang sama. Itu juga kalau dapat sekolah dan tempat tinggal baru," ucapnya dengan menundukkan kepala.

Ditemui satu hari sebelumnya pada acara Silaturahmi PGRI Kota Cilegon, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Muchtar Gozali mengatakan pihaknya akan melakukan pengawalan terkait perpindahan sekolah bagi anak-anak yang tempat tinggalnya dibongkar. "Mengenai pembongkaran itu bukan kewenangan kami. Namun dalam hal ini dampaknya terhadap pendidikan anak-anak yang tinggal di lingkungan tersebut memang merupakan tanggungjawab dindik untuk melakukan pengawalan terkait perpindahan sekolah. Nanti kita lihat setelah dibongkar mereka pindah kemana dan pastinya dalam hal ini kita tidak akan biarkan mereka (anak-anak) kehilangan masa depannya," ungkapnya
(Red/Arief)
Axact

BantenXpose.com

BantenXpose.com merupakan media informasi online seputar banten, nasional dan internasional.

Post A Comment: