AIMKS sangat prihatin terhadap kerugian dari PT Krakatau Steel Grup yang hingga saat ini dinilai telah bangkrut, sudah dijual kepada pihak asing, namun tetap diberikan dana oleh Negara triliunan Rupiah.
Dalam AIMKS tergabung beberapa organisasi diantaranya LKPK, FSBKS, FPP, LMP, LSM Kapur, FORTEK, LSM Gempur, Serikat Buruh Wajatama, Rumah hijau, LSM Grogol, Gapura banten, Gerakan Mahasiswa Cilegon, GMBR.
Aksi yang gelar dari beberapa gabungan LSM, Buruh dan Mahasiswa tersebut berlangsung Cukup lama, dan di sislingi tetarikal oleh mahasiswa sebagai gambaran PT. KS hari ini, dalam aksi tersebut para perwakilan aliansi di perkenankan masuk untuk beraudiensi di KPK dan di BUMN.
"Dukungan konkret dari masyarakat tersebut dimulai dengan keberangkatan aksi unjuk rasa, dan penyerahan data-data akurat tentang kerugian PT Krakatau Steel, dan Gurita Koruptor di PT. KS,” kata koordinator lapangan AIMKS, Jems.
Salah sorang Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Muda Banteng Revolusioner mengatakan "kasus dugaan korupsi trilyunan rupiah dan mangkreknya beberapa proyek yang menjerat PT. KS harus segera di usut dan diselesaikan permasalahannya, jangan sampai Industri kebanggaan masyarakat Cilegon, Bahkan Rakyat Indonesia terjadi disorientasi nilai daripada semangat Bung karno pada era tahun 1960an yang menggas Proyek Besi Baja Trikora yang menjadi landasan dasar berdirinya industri nasional," tandas Syaihul Ihsan Ketua GMBR.
Selembaran tuntutan dalam Aksi AIMKS
(RED/FBB/San)


Post A Comment: