Fokusberita, Cilegon - Maraknya vaksin palsu yang beredar belakangan ini, sangat meresahkan masyarakat khususnya bagi ibu-ibu yang mempunyai balita. Beberapa Rumah Sakit (RS) swasta yang di Indonesia diberitakan menggunakan vaksin palsu selama 13 tahun, terhitung sejak 2003-2016 yang dikabarkan memakan korban balita setiap tahunnya. Diberitakan sebelumnya, beberapa hari yang lalu di Kota Cilegon terdeteksi adanya vaksin palsu yang diungkapkan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon. Namun hingga saat ini belum juga ada informasi lanjutan dari Dinkes Kota Cilegon tentang RS yang menggunakan vaksin palsu. Dr Ariadna selaku Kepala Dinkes Kota Cilegon mengatakan, hingga detik ini pihaknya belum juga mendapatkan data RS mana saja yang menggunakan vaksin palsu. "Kita masih menunggu datanya dari Dinkes Provinsi Banten. Jadi hingga saat ini kita juga belum dikonfirmasi terkait perdaran vaksin palsu," paparnya saat dihubungi via seluler.
Sementara itu, salah satu orangtua di Kota Cilegon, Arum Sujiwati mengaku resah atas adanya informasi tersebut. Ia mengaku masih menunggu kabar dari pihak terkait dan berharap informasi mengenai vaksin palsu segera diungkapkan. "Anak ku vaksin di RS Kurnia. Ya jelas khawatir, sampai-sampai saya coba cari informasi dengan menanyakan langsung ke Dinkes Kota namun katanya belum ada keterangan. Harapan sih hal ini segera terungkap agar bisa segera dilakukan tindakan pencegahan," ujarnya kepada wartawan.

(Ajis)
Axact

BantenXpose.com

BantenXpose.com merupakan media informasi online seputar banten, nasional dan internasional.

Post A Comment: